Pontianak, FISIPUNTAN — Ratusan mahasiswa memadati Ruang Teater 1, Gedung Konferensi Untan untuk mengikuti seminar bertajuk “Mahasiswa Peduli HAM: Membangun Kesadaran, Penguatan Kapasitas, dan Menggerakkan Perubahan”. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan akademisi, seperti dilansir rri.co.id pada 6 Juli 2026.
Sambutan Dekan FISIP Untan
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untan, Herlan, menegaskan bahwa penguatan pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan kebutuhan mendesak bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan:
“Penguatan HAM ini krusial di tengah kuatnya dinamika masyarakat kita. Mahasiswa sebagai agen perubahan harus menjadi individu yang memiliki akhlak, etika, dan adat yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.”
Dalam konteks Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, Dekan Herlan menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan target strategis FISIP Untan:
- IKU 1: Lulusan siap kerja. Seminar HAM membekali mahasiswa dengan pemahaman etika dan nilai kemanusiaan sebagai bekal menghadapi dunia kerja yang menuntut integritas.
- IKU 2: Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Kegiatan ini membuka ruang kolaborasi dengan lembaga HAM dan organisasi masyarakat sipil, memperluas pengalaman mahasiswa di luar kelas.
- IKU 3: Dosen berkegiatan di luar kampus. Seminar menghadirkan peluang bagi dosen untuk berinteraksi dengan praktisi HAM, memperkuat relevansi akademik dengan dunia nyata.
- IKU 7: Kelas kolaboratif dan partisipatif. Diskusi interaktif dalam seminar mendorong mahasiswa aktif berpartisipasi, membangun kesadaran kritis, dan mengasah kemampuan komunikasi.
Poin Penting Seminar
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Kalimantan Barat, Kristiana M. Samosir, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menjadi jembatan literasi HAM bagi masyarakat luas.
- Kesadaran HAM: Menumbuhkan pemahaman mendalam tentang hak asasi manusia di kalangan akademisi. Mahasiswa aktor penting dalam sukses literasi P5 HAM (Penghormatan, Perlindungan, Pemajuan, Penegakan, dan Pemenuhan HAM) bagi masyarakat luas.
- Penguatan Kapasitas: Membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis untuk menjadi agen perubahan.
- Peran Mahasiswa: Mahasiswa Peduli HAM Untan berarti menegaskan posisi mahasiswa sebagai motor penggerak sosial yang membawa harapan bagi masyarakat.
Inspektur Jenderal Kementerian HAM RI, Farid Junaedi, turut memberikan pesan moral kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas sebagai fondasi utama dalam memperjuangkan hak asasi. “Integritas adalah milik kita bersama yang harus dilaksanakan mulai dari diri sendiri,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa.
Dampak Strategis Bagi Mahasiswa
Seminar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga wadah pembentukan karakter mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu kemanusiaan. Dengan dukungan akademisi, diharapkan lahir generasi yang mampu mengintegrasikan nilai HAM dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya.
sumber: PPID FISIP UNTAN
0 Comments