{"id":2586,"date":"2016-05-30T06:59:45","date_gmt":"2016-05-30T06:59:45","guid":{"rendered":"http:\/\/fisip.untan.ac.id\/?p=2586"},"modified":"2025-02-04T07:43:36","modified_gmt":"2025-02-04T07:43:36","slug":"mapala-fisip-untan-kunjungi-puncak-pinnacles-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/?p=2586","title":{"rendered":"Mapala Fisip Untan Kunjungi Puncak Pinnacles Malaysia"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pontianak, Fisipnews<\/strong>\u00a0\u2013 Mapala Fisip Untan Kunjungi Puncak Pinnacles Malaysia. Anggota gerakan mahasiswa pecinta alam (mapala) Fisip Untan Pontianak,\u00a0 Reza Akbar Maulana mengatakan, saat berada di Malaysia, timnya mengunjungi langsung keajaiban dunia. Tempat tersebut diantaranya, Puncak Pinnacles dan Gua Clear Water yang dikenalkan Pihak Kementrian Sosial dan Dinas Kehutanan Sarawak-Malaysia. Seperti dilansir thetanjungpuratimes (29\/05).<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<div style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" title=\"Mapala Fisip Untan Kunjungi Puncak Pinnacles Malaysia\" src=\"http:\/\/thetanjungpuratimes.com\/file\/2016\/05\/IMG_20160529_135329.jpg\" width=\"700\" height=\"427\" \/><p class=\"wp-caption-text\">Foto : Puncak Pinnacles Taman Nasional Negara Mulu Sarawak Malaysia\/ Istimewa<\/p><\/div>\n<h2>Mapala Fisip Untan Kunjungi Puncak Pinnacles Malaysia<\/h2>\n<p>\u201cTujuan mereka mengundang kami, agar banyak orang yang berkunjung ke tempat wisata mereka,\u201d ungkap Reza saat ditemui di Taman Budaya.<\/p>\n<p>Menurutnya, Puncak Pinnacles merupakan salah satu keajaiban yang dikukuhkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia, dimana puncaknya terbentuk dari air kapur. Rute yang ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 sampai 4 jam. Medannya sangat ekstream. Untuk sampai ke Puncak Pinnacles, tim menggunakan tali, tangga, hingga memanjat tebing.<\/p>\n<p>\u201cSemua peralatannya sudah disiapkan dari tempat wisata tersebut. Apalagi, pelayanan di Malaysia sangat bagus. Sehingga wajar saja jika tempat wisatanya bersih dan terjaga,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sedangkan Gua Clear Water adalah gua yang di bawahnya mengalir air sungai yang jernih.<\/p>\n<p>\u201cSaya salut mereka mengeluarkan biaya untuk kami, mengunjungi tempat wisata mereka. Di sana kami mengunjungi langsung keajaiban dunia. Sedangkan ongkos pulang pergi, kami dapat bantuan dari universitas dan fakultas,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Terkait:<\/p>\n<h2><a href=\"http:\/\/ww1.utusan.com.my\/utusan\/info.asp?y=2011&amp;dt=0326&amp;pub=Utusan_Malaysia&amp;sec=Rekreasi&amp;pg=rk_03.htm\">Puncak Pinnacles ditawan<\/a><\/h2>\n<p>Setelah mendapatkan pengalaman di Malaysia, Reza memberikan saran kepada Dinas Pariwisata Kalimantan Barat,\u00a0 agar tidak kalah saing dan takut untuk mengeluarkan biaya banyak, guna memperkenalkan wisata lokal yang ada di Kalimantan Barat khususnya Pontianak.<\/p>\n<p>\u201cKita kenalkan ke dunia, jika di Kalbar memiliki wisata yang tidak kalah menarik dengan tempat lain di dunia,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>sumber:<a href=\"http:\/\/thetanjungpuratimes.com\/2016\/05\/29\/mapala-fisip-untan-kunjungi-puncak-pinaccles-malaysia\/\">\u00a0T3\/(Kurniawati\/Yuniar)<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pontianak, Fisipnews\u00a0\u2013 Mapala Fisip Untan Kunjungi Puncak Pinnacles Malaysia. Anggota gerakan mahasiswa pecinta alam (mapala) Fisip Untan Pontianak,\u00a0 Reza Akbar Maulana mengatakan, saat berada di Malaysia, timnya mengunjungi langsung keajaiban dunia. Tempat tersebut diantaranya, Puncak Pinnacles dan Gua Clear Water yang dikenalkan Pihak Kementrian Sosial dan Dinas Kehutanan Sarawak-Malaysia. Seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":2623,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[23,5,240],"tags":[],"class_list":["post-2586","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-berita-fisip","category-kemahasiswaan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2586","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2586"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2586\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8471,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2586\/revisions\/8471"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2586"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2586"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2586"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}