{"id":2092,"date":"2016-05-02T09:22:28","date_gmt":"2016-05-02T09:22:28","guid":{"rendered":"http:\/\/fisip.untan.ac.id\/?p=2092"},"modified":"2025-01-30T07:11:16","modified_gmt":"2025-01-30T07:11:16","slug":"rektor-untan-pimpin-upacara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/?p=2092","title":{"rendered":"Rektor Untan Pimpin Upacara Peringatan Hardiknas 2016"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pontianak, Fisipnews<\/strong>\u00a0\u2013 Rektor Untan, Prof.Dr.Thamrin Usman, DEA pimpin upacara peringatan hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas di halaman Rektorat Universitas Tanjungpura Pontianak, seperti dilansir thetanjungpuratimes.com Senin (2\/5) pagi.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<h2>Rektor Untan Ingatkan Semboyan: &#8220;Ing Ngarso Sing Tulodo, Ing Madya Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani&#8221;<\/h2>\n<p>Kegiatan upacara ini juga sebagai tanda dimulainya kegiatan Dies Natalis Untan ke-57 yang diikuti oleh seluruh civitas Untan.<\/p>\n<p>Menteri Riset dan Dikti RI Muhammad Nasir dalam sambutannya yang dibacakan oleh Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof.Dr.Thamrin Usman, DEA menyebutkan kalau tanggal 2 Mei yang diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional merupakan hari lahir Ki Hajar Dewantara, seorang tokoh pendidikan Indonesia yang pemikirannya menjadi benih bertumbuhnya pendidikan Indonesia.<\/p>\n<div style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"http:\/\/thetanjungpuratimes.com\/file\/2016\/05\/FOTO-640x480.jpg\" alt=\"Foto : Rektor Untan, Prof.Dr.Thamrin Usman DEA saat menyampaikan amanat Menristekdikti di peringatan Hari Pendidikan Nasional, Senin (2\/5)\/Tim\" width=\"640\" height=\"480\" \/><p class=\"wp-caption-text\">Prof.Dr.H.Tamrin Usman, DEA, Rektor Untan sedang membacakan teks pidato dalam peringatan Hardiknas 2016<\/p><\/div>\n<h3>Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tentang Pendidikan Indonesia<\/h3>\n<p>\u201cKi Hajar Dewantara mengumandangkan pemikirannya tentang pendidikan Indonesia, yaitu\u00a0Ing Ngarso Sing Tulodo, Ing Madya Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani, dan menerapkannya dalam sekolah Taman Siswa. Inisiatif tersebut menjadi awal bentuk reformasi pendidikan di Indonesia,\u201d papar Rektor.<\/p>\n<p>Jika Ki Hajar Dewantara berfokus pada pendidikan yang berbasiskan pada guru, maka kata Rektor, tokoh pendidikan Indonesia lainnya, yaitu Mohammad Syafei menggagas pendidikan keterampilan yang sarat dengan praktek melalui pendirian pusat pendidikan INS Kayu Tanam di Sumatera Barat, yang<br \/>\nkemudian menjadi dasar pengembangan sekolah vokasi dan kejuruan di Indonesia.<\/p>\n<p>Thamrin mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh Moh. Syafei juga merupakan salah satu bentuk awal dari reformasi pendidikan\u00a0di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cHardiknas yang kita peringati bukan hanya untuk mengenang jasa Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dan seluruh pejuang pendidikan yang patut kita kenang dan hargai.<\/p>\n<p>Namun, juga untuk kita merefleksikan tentang beragam upaya yang telah dan sedang kita lakukan dalam menjalankan berbagai\u00a0program\u00a0untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Perjalanan tersebut, jelas Rektor menjadi tonggak untuk upaya selanjutnya dalam memberikan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas bagi putra putri bangsa, menciptakan SDM IPTEK Indonesia yang terampil, dan meningkatkan kapasitas penciptaan beragam inovasi dan teknologi berdaya saing industri, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia.<\/p>\n<h2>Rektor Untan: \u201cAyo Kerja,\u00a0Inovatif dan Kompetitif\u201d.<\/h2>\n<p>\u201cMaka HARDIKNAS kali ini kita peringati dengan tema\u00a0\u201cAyo Kerja,<br \/>\nInovatif dan Kompetitif\u201d. Tema tersebut merupakan seruan bagi seluruh kalangan pendidikan tinggi dan perguruan tinggi untuk melakukan reformasi pendidikan tinggi, sebagaimana telah dimulai oleh Bapak Pendidikan kita. Reformasi pendidikan tinggi merupakan suatu keniscayaan pada saat ini,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dijelaskan Rektor bahwa reformasi pendidikan merupakan benteng, ketika menghadapi beragam tantangan luar biasa dalam skala lokal, nasional, maupun global.<\/p>\n<p>\u201cMelalui pendidikan tinggi, kita mempersiapkan SDM IPTEK yang akan bersaing dalam pasar kerja nasional maupun internasional, serta akan memenuhi beragam tempat kerja. Bagaimana mungkin<br \/>\nlulusan kita akan memiliki kompetensi untuk bekerja di abad 21,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Dikatakannya, jika penyelenggaraan pendidikan tinggi Indonesia masih sama seperti abad 19 Juga, kehadiran teknologi informasi\u00a0komunikasi dan jaringan, serta masyarakat ekonomi berbasis pengetahuan menyebabkan perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan tinggi tidak dapat ditawar lagi.<\/p>\n<p>\u201cBanyak pekerjaan yang perlu kita lakukan, yang pada dasarnya akan mereformasi penyelenggaraan pendidikan tinggi kita- deregulasi, penyediaan pendidikan yang fleksibel dan berorientasi pada siswa dan pangsa pasar, perubahan kurikulum, penyediaan dosen, guru besar, dan tenaga kependidikan yang profesional, pendidikan yang mengikuti perkembangan ilmu dan\u00a0teknologi,<\/p>\n<p>model bisnis pendidikan yang baru, orientasi pada keterampilan yang teruji dan berdaya saing, pengembangan bidang ilmu strategis, revitalisasi kelembagaan, kemampuan pendidikan tinggi untuk menghasilkan riset dan inovasi yang kompetitif, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Untuk itu, \u201cAyo kita kerja\u00a0bersama-sama. Hadirin sekalian, mari kita fokuskan kerja kita dalam reformasi pendidikan tinggi dengan cara-cara inovatif untuk\u00a0menghasilkan beragam inovasi yang berdaya saing dari pendidikan tinggi kita. Sudah banyak ragam inovasi yang kita hasilkan dan kita banggakan,\u201d katanya.<\/p>\n<h3>Jumlah Indeks Inovasi Indonesia<\/h3>\n<p>Ditambahkannya, pada tahun 2015 menurut World Economic\u00a0Forum, indeks inovasi Indonesia mencapai 4,6 atau peringkat 30 dunia, sedangkan indeks inovasi pendidikan tinggi adalah 4,0 atau peringkat 60 dunia,<\/p>\n<p>ini menunjukan masih perlu bekerja secara inovatif, sehingga bisa meningkatkan peringkat indeks inovasi pendidikan tinggi Indonesia di peringkat 56 pada tahun 2020.<\/p>\n<p>Indeks ini menunjukkan bahwa masih banyak inovasi dan teknologi yang perlu kita hasilkan untuk memecahkan berbagai masalah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Selanjutnya, globalisasi juga telah meningkatkan kompetisi di tingkat institusi, nasional dan internasional. Pada saat ini, indeks daya saing Indonesia yang diukur dari indikator \u201chigher\u00a0education and training\u201d<\/p>\n<p>menunjukkan bahwa pada tahun 2014-2015 Indonesia menduduki peringkat 60 dengan indeks daya saing 4,5, sementara pada tahun 2015-2016 peringkat\u00a0Indonesia menjadi 65 dengan indeks daya saing yang sama 4,5.<\/p>\n<p>\u201cArtinya, ada lebih banyak negara lain yang mencapai indeks daya saing lebih baik dari Indonesia, sehingga peringkat Indonesia menurun. Hal ini tidak boleh kita biarkan begitu saja.<\/p>\n<p>Ayo kita kerja secara inovatif dan kompetitif untuk menghasilkan SDM IPTEK terampil serta inovasi dan teknologi yang berdaya saing sebagai tujuan utama pendidikan tinggi kita,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Baca juga berita terkait<\/p>\n<h2 class=\"card-title entry-title\"><a href=\"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/2024\/10\/\" title=\"Update PPID Pelaksana UNTAN\" rel=\"bookmark\">Update PPID Pelaksana UNTAN<\/a><\/h2>\n<p><span style=\"color: #ffffff\">I\u2019m going to discuss a few reasons why practice is important to learning skills. The only way to truly master a skill is by actually doing what you\u2019ll have to do in the real world. I think practice can be a fun way of putting in the necessary hours. There are some people who will disagree. It is said that people tend to remember only 10-20% of what they\u2019ve heard or read. That number rises to as much as 90% when you put theory to practice. Following up explanation with practice is key to mastering a skill.<\/span><\/p>\n<h6><span style=\"color: #ffffff\">Subheading Distribution<\/span><\/h6>\n<p><span style=\"color: #ffffff\"><strong><b>In this paragraph<\/b>, I\u2019m going to discuss a few reasons why practice is important to mastering skills.\u00a0<b>Firstly<\/b>, the only way to truly learn a skill is by actually doing what you\u2019ll have to do in the real world.\u00a0<b>Secondly<\/b>, I think practice can be a fun way of putting in the necessary hours. There are,\u00a0<b>however<\/b>, some people who will disagree.\u00a0<b>Thirdly<\/b>, and\u00a0<b>most importantly<\/b>, it is said that people tend to remember only 10-20% of what they read or hear.\u00a0<b>Moreover<\/b>, that number rises to as much as 90% when you put theory to practice.\u00a0<b>In conclusion<\/b>, following up explanation with practice is key to mastering a skill.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff\"><strong><b>In this paragraph<\/b>, I\u2019m going to discuss a few reasons why practice is important to mastering skills.\u00a0<b>Firstly<\/b>, the only way to truly learn a skill is by actually doing what you\u2019ll have to do in the real world.\u00a0<b>Secondly<\/b>, I think practice can be a fun way of putting in the necessary hours. There are,\u00a0<b>however<\/b>, some people who will disagree.\u00a0<b>Thirdly<\/b>, and\u00a0<b>most importantly<\/b>, it is said that people tend to remember only 10-20% of what they read or hear.\u00a0<b>Moreover<\/b>, that number rises to as much as 90% when you put theory to practice.\u00a0<b>In conclusion<\/b>, following up explanation with practice is key to mastering a skill.<\/strong><\/span><\/p>\n<h6><span style=\"color: #ffffff\">Subheading Distribution<\/span><\/h6>\n<p><span style=\"color: #ffffff\">I\u2019m going to discuss a few reasons why practice is important to learning skills. The only way to truly master a skill is by actually doing what you\u2019ll have to do in the real world. I think practice can be a fun way of putting in the necessary hours. There are some people who will disagree. It is said that people tend to remember only 10-20% of what they\u2019ve heard or read. That number rises to as much as 90% when you put theory to practice. Following up explanation with practice is key to mastering a skill.<\/span><\/p>\n<h6><span style=\"color: #ffffff\">Subheading Distribution<\/span><\/h6>\n<p><span style=\"color: #ffffff\"><strong><b>In this paragraph<\/b>, I\u2019m going to discuss a few reasons why practice is important to mastering skills.\u00a0<b>Firstly<\/b>, the only way to truly learn a skill is by actually doing what you\u2019ll have to do in the real world.\u00a0<b>Secondly<\/b>, I think practice can be a fun way of putting in the necessary hours. There are,\u00a0<b>however<\/b>, some people who will disagree.\u00a0<b>Thirdly<\/b>, and\u00a0<b>most importantly<\/b>, it is said that people tend to remember only 10-20% of what they read or hear.\u00a0<b>Moreover<\/b>, that number rises to as much as 90% when you put theory to practice.\u00a0<b>In conclusion<\/b>, following up explanation with practice is key to mastering a skill.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #ffffff\"><strong><b>In this paragraph<\/b>, I\u2019m going to discuss a few reasons why practice is important to mastering skills.\u00a0<b>Firstly<\/b>, the only way to truly learn a skill is by actually doing what you\u2019ll have to do in the real world.\u00a0<b>Secondly<\/b>, I think practice can be a fun way of putting in the necessary hours. There are,\u00a0<b>however<\/b>, some people who will disagree.\u00a0<b>Thirdly<\/b>, and\u00a0<b>most importantly<\/b>, it is said that people tend to remember only 10-20% of what they read or hear.\u00a0<b>Moreover<\/b>, that number rises to as much as 90% when you put theory to practice.\u00a0<b>In conclusion<\/b>, following up explanation with practice is key to mastering a skill.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/thetanjungpuratimes.com\/2016\/05\/02\/rektor-untan-pimpin-upacara-peringatan-hardiknas-2016\/\">(Faisal\/Dede)<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pontianak, Fisipnews\u00a0\u2013 Rektor Untan, Prof.Dr.Thamrin Usman, DEA pimpin upacara peringatan hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas di halaman Rektorat Universitas Tanjungpura Pontianak, seperti dilansir thetanjungpuratimes.com Senin (2\/5) pagi.<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":2096,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[498,232,405,612,118,19],"class_list":["post-2092","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-fisip-untan","tag-dosen-untan","tag-kepegawaian","tag-mahasiswa","tag-peringatan-hari-nasional","tag-rektor-untan","tag-untan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2092","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2092"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2092\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8225,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2092\/revisions\/8225"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2096"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fisip.untan.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}