Kemenristekdikti Dorong DRN Jabarkan Hilirisasi Dalam Dokumen Tertulis

Published by:

JAKARTA – Arah dan prioritas utama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam mendorong dan meningkatkan daya saing bangsa adalah dengan menyediakan tenaga terampil dan hilirisasi. Dalam konteks penguatan riset dan inovasi, terminologi hilirisasi masih menjadi sesuatu yang perlu dibedah para pakar. Sudah setahun lebih term hilirisasi ini bergulir, namun belum dirumuskan menjadi dokumen tertulis yang dapat dijadikan sebagai rujukan para birokrat dan stakeholder Ristekdikti dalam mengimplementasikan kebijakan. Padahal hilirisasi menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong daya saing. Untuk itu, Dewan Riset Nasional (DRN) diharapkan dapat berperan dalam menjabarkan term hilirisasi dalam dokumen tertulis.

Hal itu dipaparkan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, M.Dimyati, ketika tampil sebagai pembicara kunci dalam Seminar Nasional bertema “Mencari Terobosan untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri Nasional “ yang digelar DRN di Auditorium Gedung BPPT II Jakarta, Senin (14/10).

Seminar yang digelar dalam rangka Sidang Paripurna II tahun 2016 tersebut, diikuti perwakilan sejumlah lembaga stakeholder Ristekdikti dari Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), anggota DRN maupun Dewan Riset Daerah. Nara sumber yang ditampilkan berasal dari berbagai lembaga, antara lain adalah Jumain Appe (Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti) memaparkan materi berjudul “Dukungan Kebijakan Riset dan Inovasi untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri; M Firmansyah Arifin (Direktur Utama PT PAL) dengan materi berjudul “Dukungan Kebijakan untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri Perkapalan”; Tri Hardono (dari PT INKA) memaparkan materi berjudul “Dukungan Kebijakan untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri Perkeretaapian”; dan Ahmad Sobandi (dari PT Krakatau Posco) memaparkan materi berjudul “Dukungan Kebijakan untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri Baja”.

Dimyati mengatakan, DRN dibentuk untuk membantu pemerintah dalam merumuskan arah, prioritas utama, dan kerangka kebijakan pemerintah di bidang penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Sebagai gudang pakar, DRN diharapkan dapat secara aktif mengkaji berbagai aspek perkembangan Iptek yang diperlukan untuk mengatasi berbagai permasalahan pembangunan nasional,” jelas Dimyati.

Dalam kesempatan ini, Dimyati juga memaparkan berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia, seperti rendahnya daya saing dan rendahnya dana riset. Menurut Dimyati, kualitas lembaga riset di Indonesia memang terjadi peningkatan, demikian juga kolaborasi antara industry dan perguruan tinggi. Namun, tegas Dimyati, Indonesia harus bekerja lebih keras dan cerdas, serta meningkatkan sinergi antar lembaga terkait. Sebab, jika dibandingkan dengan Negara lain, dunia iptek Indonesia masih tertinggal.

“Kita masih banyak tertinggal. Inovasi yang digunakan di dalam negeri, masih 58% berasal dari luar,” paparnya.

Ketua DRN Bambang S mengatakan, seminar ini merupakan upaya DRN untuk menghimpun pemikiran dan rumusan kebijakan yang akan diserahkan kepada pemerintah melalui Menteri Riset Teknologi dan dan Pendidikan Tinggi. Kenapa mengambil tema “Mencari Terobosan untuk Peningkatan Kemandirian dan Daya Saing Industri Nasional“? Menurut Bambang, selain sesuai Nawa Cita ke enam Presiden RI, daya saing adalah parameter pembangunan yang diturunkan dan terkait paling signifikan dengan Riset dan Inovasi. (SUT)

Pengumuman Finalis Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) Tahun 2016

Published by:

Yth. Pembantu Rektor/Wakil Rektor/Pembantu Ketua/Pembantu Direktur
Bidang Kemahasiswaan
Universitas/Institut/Sekolah Tinggi/Politeknik (terlampir)
di tempat

Sehubungan dengan telah selesainya evaluasi laporan kemajuan calon peserta Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) Tahun 2016, dengan hormat kami sampaikan tim yang dinyatakan LOLOS sebagai finalis dan berhak mengikuti babak final Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional. Babak Final akan dilaksanakan tanggal 30 November s.d 01 Desember 2016 di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, setelah melakukan pendaftaran ulang.

Formulir daftar ulang dapat diperoleh melalui laman http://roboboat2016.ppns.ac.id. dan Sekretariat Panitia Pelaksana KKCTBN Tahun 2016, di Direktorat Kemahasiswaan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) Gedung Direktorat PPNS Lantai 1, Jl. Teknik Kimia Kampus Sukolilo, Surabaya 60111, telp. 031-5947186, fax. 031-5925524.

Formulir daftar ulang yang telah diisi dikirimkan ke Panitia KKCTBN Tahun 2016, paling lambat tanggal 26 Nopember 2016 pukul 16.00 WIB, melalui laman http://roboboat2016.ppns.ac.id atau fax. 031 5925524.
Selamat atas keberhasilan tim saudara yang berhasil lolos menjadi finalis.

Direktur Kemahasiswaan,

ttd
Didin Wahidin

Tembusan :
1. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan;
2. Rektor/Ketua/Direktur Perguruan Tinggi ybs;
3. Ketua Panitia KKCTBN Tahun 2016;
4. Dosen Pembimbing Tim KKCTBN Tahun 2016.

Lampiran :

KKCTB 2016 Publish Finalis

Komisi III DPRD Kalsel Adakan Kunjungan Kerja Ke Kemenristekdikti

Published by:

Sebagai upaya peningkatan penelitian dan pengembangan di daerah serta dalam rangka konsultasi program kerja Tahun Anggaran 2017, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengadakan kegiatan kunjungan kerja ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada Jumat (11/11). Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, Bardiansyah, diterima langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Hadirin Suryanegara, bersama Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti, Ophirtus Sumule, dan jajarannya di kantor Kemenristekdikti Jakarta. Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, Syafruddin H. Maming beserta para anggota, juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalsel, Ngadiman beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Hadirin mengungkapkan harapannya agar dari kunjungan kerja ini dapat terbangun suatu sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif daerah Kalsel dengan Kemenristekdikti. Demikian halnya dengan Ophirtus yang mengungkapkan kebanggaannya dapat menerima kedatangan para wakil rakyat dari Kalsel, dan berharap agar Kalsel mampu menjadi daerah yang terdepan dalam membangun kesejahteraan melalui kegiatan kelitbangan dan program-program inovasi di daerah.

“Kegiatan inovasi dapat berlangsung dengan baik, apabila terjadi sinergi antara semua pemangku kepentingan, baik di daerah maupun di pusat. Pemerintah daerah bersama lembaga legislatif juga diharapkan dapat memperkuat regulasi yang dibutuhkan, sehingga proses inovasi dapat berlangsung dengan baik,” ujar Ophirtus. Ia juga menekankan bahwa dalam merancang program inovasi, pemerintah daerah dan lembaga legislatif dapat mengarahkan pada inovasi yang berbasis komoditas potensial di daerah setempat, yang tidak terpisahkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menganggapi hal tersebut, perwakilan dari Komisi III DPRD Provinsi Kalsel menyampaikan beberapa hal antara lain mengenai potensi-potensi yang dimiliki oleh Kalsel seperti lahan kelapa sawit yang jumlahnya mencapai 800 ribu hektar, dimana potensi tersebut dapat disinergikan dengan pembangunan peternakan untuk menyelesaikan masalah kebutuhan daging nasional. Selain itu, kondisi Kalsel yang memiliki tambang batu bara terbesar kedua di Indonesia, juga membutuhkan adanya pembangkit tenaga listrik yang dibangun di mulut tambang. Ada pula potensi lain yang dimiliki seperti tanaman spesifik pohon gaharu, serta industri kerajian di kota Martapura yang dinilai memerlukan strategi pengembangan.

Dari pertemuan tersebut, Kepala Balitbangda Kalsel Ngadiman berjanji akan membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, untuk mendiskusikan program-program pengembangan inovasi di Kalsel. Lebih lanjut, pertemuan menyepakati bahwa Balitbangda akan menginisiasi sebuah pertemuan yang melibatkan berbagai pihak, baik dari pusat maupun daerah, untuk mendiskusikan program-program inovasi yang akan dikembangkan dan dikawal oleh lembaga legistlatif setempat. (PSP)

Di Tengah Musim Dingin, Peserta ‘Joint Curriculum’ dari Prodi S-2 Kajian Pariwisata Unud Disambut Hangat di Stralsund Jerman

Published by:

Joint curiculum UnUdJerman – Belmawa.  Lima mahasiswa Prodi Magister Kajian Pariwisata Unud mengikuti Program Joint Curriculum/Transfer Kredit ASEAN & EROPA/ASEM di jurusan Tourism Development Strategies, University of Applied Sciences Stralsund, sekitar tiga jam di luar kota Berlin. Program ini dibiayai oleh Direktorat Jenderal Belmawa Kemenristekdikti.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Dewa Putu Bagus Pujawan Putra, Ni Putu Diah Prabawati, Reinaldo Rafael Laluyan, Ni Putu Rika Sukmadewi, dan Gusti Ngurah Agus Adi Putra. Mereka adalah mahasiswa semester III, yang sedang dalam proses menyusun proposal untuk tesis. “Mereka belajar pariwisata termasuk untuk mencari materi untuk menyusun proposal dan tesis,” ujar Kaprodi S-2 Kajian Pariwisata Unud, Prof. I Nyoman Darma Putra.

Kesan-kesan  mereka ketika pertama diterima di kampus University of Applied Sciences Stralsund.

Salju Dingin, Penyambutan Hangat. Hari yang dingin memang tidak bisa terlepas dari kawasan Eropa apalagi di bulan November di mana kita sudah melihat salju pertama pada tanggal 8 November 2016. Benar-benar pengalaman yang luar biasa dan memang benar pendapat yang menyatakan bahwa wisatawan mencari sesuatu yang berbeda dari tempat asalnya.

Di hari yang sama pula kita disambut oleh civitas Fachhochschule Stralsund prodi Trourism Development Strategies (TDS). Acara ‘Selamat Datang’ berlangsung di di Mensa Room, Haus 3 pukul 14.30. Kami diantar oleh Caroline menuju tempat penyambutan ini. Pada ruangan tersebut, hadir mahasiswa dan staf serta dosen pengajar pada program TDS. Meski di luar dingin dan bersalju, di dalam terasa hangat, entah karena penghangat ruangan. Suasana sambutan yang hangat menjadikan dingin musim salju yang turun di luar sana jauh terhalau.

Acara dibuka oleh wakil rektor Fachhochschule Stralsund Prof. Dr. Engel. Selanjutnya sambutan dari Head of International Academic Service Ms. Antje Pedde, Head of Communication Dr. Katia Glaser, TDS Project Manager Mrs. Steffi Wallenburger serta semua dosen yang hadir pada saat itu Prof. Dr. Werner Gronau, Prof. Dr. Wolfgang  Scherl dan tidak ketinggalan sambutan dari Prof. Dr. Thomas Rasmussen, ketua program studi.

Peluang Double Degree. Prof. Thomas  Rasmussen sangat senang akan kedatangan kami dan berharap ke depannya program kerja sama dengan Universitas Udayana bisa menjadi semacam double degree (1+1) sehingga akan semakin banyak mahasiswa yang dikirim dari kedua universitas untuk mendapat pengalaman dan wawasan pariwisata yang lebih komprehensif.

Setelah sambutan dari rektor, staff dan dosen yang hadir dilanjutkan dengan perkenalan kami berlima. Pada  saat perkenalan momen yang paling menarik sebagian besar dari mereka tidak pernah mendengar tentang Indonesia, apalagi pulau lainnya selain Pulau Bali. Adapun yang menanyakan pada kami Indonesia itu di mananya Bali, sungguh kaget saya pribadi dan merenung akan kepariwisataan Indonesia.

Hampir ketinggalan kala itu untuk memberikan cindera mata dari Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Litt yakni sebuah buku yang disuntingnya bersama Siobhan Cambpell dengan judul Recent Developments in Bali Tourism: Culture, Heritage, and Landscape in an Open Fortress (2015) kepada Prof Thomas Rasmussen sebagai simbol kerja sama akademik yang diterima dengan senang hati. “Ke depan menjadi cita-cita bersama dalam banyak hal tidak hanya joint curriculum,” ungkap Prof Rasmussen.

Kudapan Khas Stralsund. Kudapan khas ini dinikmati pada acara bebas yakni menikmati kudapan khas Stralsund yaitu cookerin, semacam kue yang berisi buah anggur dan butter yang di-oven sehingga memiliki cita rasa asam dan manis (susah diungkapkan dan mesti dirasakan sendiri).Joint curiculum UnUd1

Suasana penerimaan yang hangat walau di luar salju dingin menusuk. Kami membaur dengan mahasiswa untuk saling kenal dan berdiskusi dengan beberapa dosen yang ada. Adapun tradisi unik yang dimiliki oleh prodi TDS di mana dalam mengapresiasi sesuatu  mereka tidak melakukannya dengan bertepuk tangan melainkan mengetuk meja layaknya mengetuk pintu namun lebih cepat. Pariwisata memang menyuguhkan keunikan dari suatu destinasi tidak hanya perbedaan tempat, waktu, atau cuaca.

Acara ditutup dengan foto bersama dan ajakan untuk bergabung pada kelas selanjutnya.( Dewa Putu Bagus Pujawan, Angkatan 2015/editor/HKLI)

Absensi Wajah Secara Digital Bagi Mahasiswa

Published by:

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Saat ini mahasiswa mengisi absen harus mencatat secara manual, yaitu menggunakan kertas. Saya berpikir mengapa tidak menggunakan secara digital. Contohnya, mahasiswa hendak mengisi absen, cukup dengan mengarahkan wajahnya ke web cam beberapa detik, hasil dari identifikasi tersebut  akan disimpan dalam database sebagai bukti kehadiran.

Setelah sistem itu sukses dan berhasil, nantinya bisa menambahkan  database nomor handphone orang tua, jadi ketika mahasiswa tersebut sudah hadir di kelas, maka secara otomatis server data sistem akan mengirim  ke nomor tersebut memberitahukan kepada orang tua bahwa mahasiswa tersebut mengikuti atau tidak mengikuti kegiatan perkuliahan pada jam tersebut, sehingga akan ada kontrol tidak hanya dari kampus, tetapi juga dari orang tua, agar mengetahui bahwa mahasiswa bersangkutan hadir atau tidak.

Tujuan dibuatnya sistem secara digital ini minimal ketika ada sistem tersebut mahasiswa sudah mengurangi penggunaan kertas untuk absensi, karena semua sudah tersimpan di server (sistem komputer) dan bisa dimaksimalkan dalam server yang dimiliki.

Jadi server bukan hanya berfungsi menyimpanan data, bahan kuliah, modul kuliah, praktikum, tetapi juga akan menyimpan data arsip kuliah mahasiswa secara digital, sehingga lebih meminimalisir penggunaan kertas.

Manfaat lainnya bisa menyimpan database mahasiswa yang pernah menjadi mahasiswa, contohnya di Fakultas MIPA Prodi Sistem Informasi Universitas Tanjungpura.

Selain itu, data tersebut juga dapat digunakan untuk meminimalisir  kecurangan data dan membuat data menjadi lebih akurat. Bisa juga untuk penilaian saat perkuliahan ketika dosen hendak memberikan nilai tugas semester dan skripsi.

Harapannya, dengan adanya data digital  tersebut Universitas Tanjungpura lebih baik dan terstruktur, lebih lengkap, sehingga ketika suatu saat  mau dikembangkan ke hal-hal yang lain  itu sudah ada data yang relevan. Data yang sudah terpadu dan tidak terpisah-pisah.

Sistem ini diharapkan bisa diaplikasi di Untan khususnya dan diterapkan terpadu, meskipun berat, dapat dibangun perlahan.

Terkait dengan apabila ada upaya pembobolan data, maka hal tersebut jangan menjadi masalah, tetapi merupakan tantangan untuk membuat suatu sistem yang baik dan tidak mudah dibobol,karena setiap sistem tidak pernah ada yang dikategorikan aman, tetapi ada celah untuk menjaga keamanannya. Jadi jika ada serangan kita sudah siap.

Oleh : Ikhwan Ruslianto, S Kom, MCs

Dosen Sistem Komputer, Program Studi Sistem Informasi, Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak

(Kurniawati/Muhammad)