Inovasi adalah Kunci Penggerak Ekonomi

Published by:

JAKARTA – Indonesia saat ini telah memasuki era pasar bebas di lingkup ASEAN atau kerap disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Era ini menghadirkan persaingan yang sengit dan kompetitif antar negara-negara di Asia Tenggara dalam segala bidang. Untuk memenangkan persaingan tersebut, Indonesia mau tidak mau harus memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki. Untuk memaksimalkan potensi itu, Indonesia memerlukan terobosan baru yang berbasis iptek dan inovasi.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui hasil-hasil risetnya memiliki perhatian penting terhadap upaya bangsa ini dalam menghasilkan terobosan baru berbasis iptek dan inovasi guna memenangkan persaingan di era MEA. Lembaga riset ini melalui Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek) berusaha menemukan gagasan-gagasan baru dalam upaya memenangkan persaingan tersebut lewat hasil penelitian bidang kebijakan iptek dan inovasi serta manajemen litbang.

Dalam laporannya, Trina Fizzanty, Kepala Pappiptek LIPI menegaskan bahwa kontribusi LIPI dalam menghadapi MEA juga ditunjukkan dengan penyelenggaraan Forum Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Inovasi (Iptekin) VI 2016.

“Forum Iptekin ini diharapkan pula menjadi sarana bagi stakeholders, akademisi, komunitas, serta pemerhati iptek lainnya untuk menjawab tantangan MEA dengan fokus pada optimalisasi hasil-hasil inovasi karya anak bangsa,” jelasnya.

Plt. Wakil Kepala LIPI Bambang Subianto mengatakan Forum yang merupakan agenda tahunan ini telah diselenggarakan sejak 2011 di LIPI Jakarta yang merupakan Forum Iptekin I.

“Forum Iptekin adalah wadah dan sarana bagi para pemangku kepentingan, pelaku industri/bisnis, akademisi, baik dari prguruan tinggi dan lembaga litbang, serta komunitas atau masyarakat umum yang tertarik dengan isu-isu seputar iptek dan inovasi,” tambahnya.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi (Dirjen PI) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe hadir mewakili Menristekdikti untuk membuka secara langsung Forum Iptekin VI 2016 yang diselenggarakan di auditorium LIPI Jakarta, Selasa (8/11). Menurut Jumain Appe, acara Forum Iptekin 2016 ini mengambil tema yang sangat tepat yaitu, membangun kapasitas iptek dan inovasi untuk memperkuat posisi industri nasional dalam rantai nilai global di era MEA.

“Saya kira tema ini sangat tepat untuk kita bahas dan diskusikan dalam rangka bagaimana bangsa kita menjadi suatu bangsa yang memiliki daya saing yang paling tinggi di asia tenggara, yang saat ini kita masih di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia serta Vietnam. Saat ini posisi daya saing kita secara Internasional dari 144 negara juga menurun,” ujar Jumain.

Kita juga menyadari bahwa penggerak ekonomi, atau kunci penggerak ekonomi kedepan itu adalah inovasi, tambah Jumain.

Hadir sejumlah pembicara utama dalam Forum tersebut, antara lain Jusman Syafii Djamal (Komisaris PT Garuda Indonesia dan Mantan Menteri Perhubungan RI Periode 2007 – 2009) dan Dietmar Lampert (Peneliti dsri Zentrum fur Soziale Innovation, Austria).

Pengumuman Pemenang Seleksi Proposal Kurikulum untuk Bantuan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi

Published by:

Yth. Rektor/Pimpinan Perguruan Tinggi

Berkenaan dengan program Bantuan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi, kami menginformasikan bahwa telah dilakukan seleksi Proposal Kurikulum Prodi Vokasi yang kami terima dari berbagai perguruan tinggi. Penilaian seleksi meliputi: Profil, Capaian Pembelajaran (CP), CP dan Bahan Kajian, Matriks Bahan Kajian dan Mata Kuliah, Komponen Kurikulum, Rencana Program Semester (RPS),  Jumlah Komponen RPS, Instrumen Rubrik, dan Contoh Tugas. Jumlah proposal kurikulum yang terpilih sebanyak 20 (dua puluh) proposal dari 20 (dua puluh) perguruan tinggi (terlampir).

Perguruan tinggi penerima Bantuan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 223/B1/SK/2016 Tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penerima Bantuan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi.

Bagi perguruan tinggi yang terpilih sebagai penerima Bantuan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi mohon meningkatkan mutu kurikulumnya melalui kegiatan workshop kurikulum di masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Di samping itu, untuk membantu penyusunan kurikulum dapat pula digunakan Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi yang dapat diakses di http://belmawa.ristekdikti.go.id/.  Kurikulum hasil peningkatan mutu agar dikirim dan sudah kami terima paling lambat 7 (tujuh) hari kerja terhitung mulai tanggal 9 November 2016.

Jumlah Bantuan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi sebesar Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) untuk masing-masing perguruan tinggi. Dana bantuan akan ditransfer melalui rekening bank perguruan tinggi setelah perguruan tinggi mengirimkan kurikulum hasil peningkatan mutu ke Ditjen Belmawa yang dilengkapi seluruh persyaratan administratif.

Bagi perguruan tinggi yang mengajukan proposal namun tidak lolos, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas usaha dan partisipasinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia.

Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Direktur Pembelajaran

ttd

Paristiyanti Nurwardani

Tembusan:
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan

Lampiran :
Pengumuman Penerima Bantuan Implementasi Kurikulum PT Vokasi

GESITS Jalani Uji Jalan Lewat Tour De Jawa-Bali

Published by:

JAKARTA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dan PT. Garansindo Surabaya menggelar uji jalan dan breakdown komponen motor listrik GESITS (Garansindo Electric Scooter ITS) dari Jakarta menuju Bali pada 7-13 November 2016.

Tujuan Tour de Jawa-Bali adalah untuk menguji keandalan dan ketahanan motor listrik GESITS, sekaligus untuk sosialisasi kepada masyarakat. Dari kegiatan GESITS Tour de Jawa-Bali ini, tim peneliti akan bisa memperoleh masukan sebagai bahan evaluasi untuk penyempurnaan GESITS. Direncankana, motor listrik karya anak bangsa Indonesia tersebut akan mulai diproduksi massal pada tahun 2017 nanti.

“Saya harap GESITS mampu melihat peluang pasar sepeda motor agar bisa menjadi kompetitor dalam industry sepeda motor di Indonesia, dan bisa menjadi motor pilihan masyarakat,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir saat melepas motor GESITS untuk diuji coba, Senin (7/11) di Gedung II BPPT Jakarta.

Nasir sangat mendorong proses hilirisasi hasil riset  dari Perguruan Tinggi khususnya dari ITS dan PT. Garansindo Surabaya tersebut. Nasir mengatakan riset tidak cukup berhenti pada publikasi tapi harus sampai komersialisasi. Untuk itu menurutnya riset juga perlu didukung regulasi yang jelas, sama seperti halnya motor GESITS.

“Mudah-mudahan kedepan bisa menjadi langkah awal produk yang dihasilkan putra Indonesia untuk membangkitkan teknologi di Indonesia,” harap Nasir.

Motor listrik nasional pertama Indonesia ini memiliki kecepatan maksimum sekitar 100 km per jam. Daya jelajahnya didukung baterai berkapasitas 5 KWh. Dalam sekali pengisian, GESITS bisa menempuh jarak hingga 100 km. Dan yang menarik, baterai motor listrik ini dapat diganti layaknya baterai smartphone. (SUT/FLH)

Pengumuman Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia Ke-12 (KJI-XII) dan Kontes Bangunan Gedung Indonesia Ke-8 (KBGI-VIII) Tahun 2016

Published by:

Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi (terlampir)
di tempat

Dengan hormat,

Sehubungan dengan telah selesainya evaluasi proposal peserta KJI-XII dan KBGI-VIII Tahun 2016 dengan ini kami sampaikan tim (terlampir) yang dinyatakan LOLOS sebagai finalis untuk mengikuti KJI-XII dan KBGI-VIII Tahun 2016. Babak Final akan dilaksanakan tanggal 01 s.d. 04 Desember 2016 di Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang. Tim finalis wajib melakukan registrasi ulang melalui laman http://kji-kbgi2016.polsri.ac.id.

Berkenaan dengan hal tersebut, kami mohon bantuan Saudara untuk menginformasikan hasil seleksi ini kepada tim finalis dari Perguruan Tinggi Saudara. Biaya akomodasi dan konsumsi ditanggung oleh panitia sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta membawa SPPD berstempel yang ditandatangani pejabat perguruan tinggi masing-masing.

Demikian kami sampaikan dan selamat atas keberhasilan tim yang lolos menjadi finalis. Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami mengucapkan terima kasih.

Direktur Kemahasiswaan,

ttd

Didin Wahidin

Tembusan :
1. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
2. Koordinator Kopertis Wilayah I s.d. XIV
3. Wakil/Pembantu Rektor/Direktur/Ketua Bidang Kemahasiswaan ybs

Lampiran :
1.  Pengumuman KJI-XII dan KBGI-VIII 2016

Melihat Hungaria Lewat Hasil Fotografi

Published by:

JAKARTA – Kerjasama antara Indonesia dan Hungaria semakin erat. Selain menjalin kerjasama dalam penggunaan energi atom dan beasiswa pendidikan, Hungaria juga memperkenalkan sejarah dan budaya negaranya melalui ”Photo Exhibition, Hungary’s Past and Present”. Pameran foto Hungaria tempo dulu dan masa kini tersebut digelar di Hotel Kartika Chandra, Rabu (3/11).

Seremoni pembukaan pameran foto dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ainun Na’im yang ditandai dengan pemukulan gong. Sejumlah pejabat kedua negara tampak hadir mengikuti acara ini, antara lain Wakil Menteri Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria, László Szabó; Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Timor-Leste dan ASEAN Judit Németh-Pach; Director of MTI, L. Ferenc Gazsó (Hungarian News Agency of Duna Media Service NonProfit Ltd), dan  Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Marsudi.

Dalam pameran fotografi ini terdapat foto-foto Hungaria tempo dulu, termasuk masa revolusi tahun 1956. Sedang foto Hungaria masa kini memuat foto-foto perkembangan Hungaria selama 25 tahun terakhir. Karya fotografi yang dipamerkan merupakan karya jurnalistik wartawan foto dari kantor berita nasional Hungaria MTI. (SUT)

Pengembangan BATAM Digital Hill

Published by:

Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani bersama  Tim Fasilitator BDHJakarta – Belmawa.  Pemerintah Republik Indonesia saat ini tengah meningkatkan kemudahan  bagi investor asing untuk membuka usaha di Indonesia. Tentunya, ini merupakan peluang bagi para investor atau pengusaha asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini juga merupakan tantangan bagi perguruan tinggi bagaimana perguruan tinggi memberikan dukungan khususnya pemenuhan tenaga kerja terdidik profesional. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memiliki misi untuk memfasilitasi kemitraan perguruan tinggi dengan berbagai perusahaan. 

Beberapa Perusahaan berbasis teknologi informasi (IT) dari negara jiran Singapura akan melakukan ekspansi usahanya di Indonesia dan menjadikan P. Batam sentra usahanya. Diperkirakan pada tahap awal 2017  akan dibutuhkan 200 (dua ratus) ahli IT dan akan meningkat secara bertahap sehigga diproyeksikan dalam 5 tahun ke depan akan dibutuhkan 2000 (dua ribu) tenaga kerja berlatar IT yang di dalamnya antara lain lulusan pendidikan tinggi.

Untuk penyediaan tenaga kerja profesional khususnya dalam bidang IT dari perguruan tinggi, perusahaan tersebut menggandeng Temasek Polytechnic Singapura dan Politeknik Batam. Kedua PT ini akan bekerja sama untuk menyiapkan lulusan dalam upaya mensuplai perusahaan dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk mewujudkan kerjasama ini akan ditandatangani MoU antara kedua Poltek di Semarang pada tanggal 14 November 2016. Direktur Pembelajaran, yang mendapat tugas dari Dirjen Belmawa, akan memfasilitasi pelaksanaan program dan membentuk Tim taskforce guna mendukung realisasi kemitraan tersebut dan mengembangkan program sejenis secara nasional.

Proyek kemitraan perusahaan berbasis IT di Batam dengan politeknik dalam beberapa tahun yang memerlukan tenaga kerja terdidik profesional dalam jumlah ribuan dideklarasikan dengan nama Batam Digital Hill (BDH). BDH menjadi program yang saling menguntungkan Indonesia dan Singapura. BDH akan berguna bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia serta menyiapkan dukungan bagi perencanaan program Presiden untuk 1000 (seribu) industri kreatif berbasis IT

Direktorat Pembelajaran memfasilitasi beragam kegiatan agar program BDH berjalan baik, sukses dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Bahkan proyek BDH ini diharapkan akan menjadi pemicu tumbuhnya model model BDH lain di Indonesia.

Paristiyanti Nurwardani menyampaikan bahwa untuk menyiapkan implementasi program BDH tersebut, perlu diselenggarakan workshop pengembangan kurikulum pendidikan tinggi di Bali yang akan diselenggarakan pada tanggal 10-12 November 2016 dan melibatkan lebih dari 70 dosen dalam lingkup Prodi berbasis IT. Mereka diharapkan akan menjadi bagian dari program BDH. BDH ini diharapkan akan menjadi salah satu percontohan dan menjadi multifliers effect bagi daerah lain di Indonesia. Peran perguruan tinggi di dalamnya akan semakin besar tertutama dalam mengembangkan kurikulum vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri: Batam Digital Hill untuk Indonesia. (HS/editor/HKLI)

Tantangan dan Arah Perkembangan Politeknik Indonesia

Published by:

BANDUNG – Upaya revitalisasi pendidikan vokasi terus dilakukan pemerintah. Hal tersebut semata-mata guna meningkatkan daya serap para lulusan sekolah atau perguruan tinggi vokasi di dunia kerja (industri).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir mengatakan ingin menghilangkan stereotype politeknik sebagai perguruan tingi kelas dua.

“Bagaimana caranya biar poltek bisa ikut dalam seleksi bersama masuk perguruan tinggi. PTN, PTS sama saja. Bukan cuma perguruan tingginya saja tapi juga dosen akan saya revitalisasi. Dua belas politeknik nanti mulai dari kelembagaannya, sumberdaya nya maupun sarana dan prasarana nya itu akan direvitalisasi,” ujarnya saat Kunjungan kerja ke Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, Kamis (3/11).

World Economic Forum (WEF) merilis Global Competitiveness Report 2016-2017 yang menunjukkan peringkat daya saing Indonesia turun dari posisi 37 ke 41 dari 138 negara. Menristekdikti menyebutkan terdapat 12 pilar yang menyebabkan hal tersebut. Pokok yang paling mendasar adalah korupsi. Perguruan tinggi harus menghindari hal ini, termasuk perihal pungli dan pemilihan pimpinan rektor atau direktur. Kedua, inefisiensi kebijakan atau lambatnya birokrasi. Ketiga, infrastruktur. Pilar lainnya yaitu pendidikan tingkat atas dan pelatihan serta efisiensi tenaga kerja.

Diantara negara-negara ASEAN, perbandingan tenaga kerja kompetitif kita berada di urutan belakang setelah Singapura dan Malaysia. Pendapatan (gaji) dan produktifitas tenaga kerja Indonesia juga masih sangat rendah. Hal ini mengindikasikan terdapat masalah pada kesiapan tenaga kerja kita. Fakta lainnya yang menunjukkan perlunya revitalisasi pendidikan vokasi juga rendahnya jumlah mahasiswa vokasi Indonesia dibandingkan negara-negara lain di dunia.

“Bagaimana mau mencetak tenaga kerja yang baik, kalau dari kurang lebih 4.300-an perguruan tinggi kita saja politekniknya cuma sedikit dan peminatnya juga sedikit?” tanyanya pada para mahasiswa Polman Bandung yang mengikuti kuliah umum.

Data Badan Pusat Statistik per Agustus 2014 menyebutkan 9,3% pengangguran di Indonesia adalah alumni perguruan tinggi termasuk diantaranya lulusan bergelar sarjana.

Untuk itu, kebijakan Kemenristekdikti yang akan dikeluarkan di tahun 2017 untuk pembangunan ditekankan Nasir akan fokus pada politeknik. Diantaranya kurikulum yang akan disesuaikan dengan kebutuhan industri dan mendorong akreditasi yang baik (A), peningkatan kualitas laboratorium, infrastruktur serta dosen. Anggaran yang digelontorkan guna revitalisasi pendidikan vokasi sendiri sekitar 200 Miliar dan akan terus bertambah pada 2017 nanti. Nasir juga akan mengumpulkan para rektor dan direktur guna membahas seleksi masuk penerimaan bersama bagi politeknik. Dirinya juga mendorong para lulusan politeknik untuk memiliki sertifikat supaya dapat diserap oleh industri dengan cepat.

“Supaya bisa memenuhi kebutuhan industri. Target kami semua lulusan harus punya sertifikat. Ijazah pasti. Karena akan menghadapi persaingan global. Negara bisa maju karena politeknik, negara manapun didunia. Saya ingin menjadikan politeknik garis depan dalam perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Para dosen juga akan diikutkan berbagai training baik itu di dalam maupun luar negeri untuk mendapatkan sertifikat ahli di bidang masing-masing. Dalam kesempatan yang sama Menristekdikti didampingi Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo, Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur, Hari Purwanto,  juga menyempatkan diri meninjau fasilitas belajar mekatronika, pengecoran logam dan manufaktur di Polman Bandung. (APS)

Indonesia Mengusung Pembentukan ASEAN Public Private Partnership

Published by:

“Mengingat pentingnya peranan sektor publik dan swasta dimana sejalan dengan salah satu APASTI 2016-2025 Goals, Indonesia mengusulkan pembentukan ASEAN Public-Private Partnership” hal ini disampaikan oleh Prof. Ainun Na’im selaku Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti yang mewakili Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia pada pertemuan the 9th Informal ASEAN Ministerial Meeting on Science and Technology (IAMMST-9) pada tanggal 29 Oktober 2016 di Siem Reap, Kamboja.

Sesuai dengan APASTI 2016-2025 Strategic Thrust #1 dan Thrust #3, ASEAN Public-Private Partnership bertujuan untuk menciptakan sebuah wahana untuk mendukung sebuah mekanisme seperti mentorship dan program insentif guna membina start-up companies hingga berhasil menjadi perusahaan yang berdaya saing tinggi. Hal ini memerlukan kerja sama lintas sektoral yang terkait guna memupuk kreasi pengetahuan dan aplikasi iptekin untuk meningkatkan daya saing. Usulan Indonesia tersebut disambut positif oleh para Menteri Iptek ASEAN lainnya dan konsep ASEAN Public-Private Partnership akan disampaikan kepada ASEAN Secretariat untuk dijadikan bahan pembelajaran bersama pada pertemuan COST 72 bulan Mei 2017 di Brunei Darussalam.

kamboja-13

Berbagai program ditawarkan oleh para Menteri Iptek ASEAN, yakni pembentukan ASEAN STI Partnership Collaboration oleh Thailand, ASEAN Open Innovation and Entrepreneurship Platform oleh Thailand, ASEAN Foresight oleh Malaysia, ASEAN Talent Mobility oleh Thailand dan Talent Mobility- Personnel Certification oleh Malaysia. Program-program tersebut akan menjadi instrument untuk mencapai APASTI 2016-2025 Goals.

Pertemuan tingkat Menteri Iptek ASEAN ini dihadiri oleh Secretary General ASEC, Deputy Minister – Prime Minister’s Office Brunei Darussalam, Minister for Industry and Handicraft Cambodia, Secretary General Ristekdikti Indonesia, Minister for Science, Technology and Innovation Malaysia, Minister for Education Myanmar, Secretary (Minister) for Science and Technology Philippines, Managing Director A*Star, Minister for Science and Technology Thailand, dan Vice Minister for Science and Technology Viet Nam. Pernyataan para Menteri Iptek ASEAN dapat diunduh melalui tautan http://asean.org/category/asean-statement-communiques/. (ap/kskp)

UKMP2DG Sebagai Tolok Ukur Kelulusan Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi

Published by:

FKG UMPADBandung – Belmawa. (28/10/16), Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia. Dalam memenuhi kebutuhan dasar tersebut, Pemerintah memiliki tugas dan kewajiban menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Dokter/ dokter gigi sebagai pelaku pelayanan kesehatan utama harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang handal serta memiliki integritas etika/moral untuk mendukung terwujudnya pelayanan kedokteran bermutu. Dalam rangka memenuhi kebutuhan dokter/dokter gigi yang profesional, maka proses pendidikan menjadi faktor yang sangat menentukan.

Untuk menjamin mutu, lulusan program pendidikan dokter di Indonesia harus sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) sebagaimana amanat UU RI Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dan UU RI Nomor 20  Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran/Kedokteran Gigi. Dan di akhir proses program pendidikan kedokteran dilakukan uji kompetensi mahasiswa yang bersifat nasional untuk memperoleh sertifikat profesi dari institusi pendidikan sesuai UU Pendidikan Kedokteran sekaligus direkognisi sebagai Uji Kompetensi Dokter/Dokter Gigi Indonesia untuk memperoleh sertifikat kompetensi dari organisasi profesi dalam hal ini Kolegium sesuai UU Praktik Kedokteran dan Perkonsil No.1 Tahun 2010

Terkait dengan UKMP2DG seperti tesebut di atas, Kemenristekdikti melakukan pembinaan (melalui PNUKMP2DG) dalam menyelengarakan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKMP2DG) secara serentak di berbagai TUK di FKG Universitas yang ditunjuk. UKMP2DG ini diperuntukan bagi mahasiswa program profesi dokter gigi yang telah menyelesaikan seluruh pekerjaan klinik beserta ujiannya.

Dalam kunjungan ke FKG UNPAD, Tim MONEV Ditjen Belmawa menyempatkan diri berbincang dengan DR.Dudi Aripin, drg,Sp.KG, wakilFKG Unpad1 dekan 2 FKG. Walaupun di luar hujan deras  dan angin kencang, peserta UKMP2DG  tetap semangat mengikutinya.  Ketika dimintai tanggapan terkait UKOM, Dudi menyampaikan bahwa  ini hal positif, karena kandidat dokter gigi ini diuji secara nasional, mereka mempunyai kompetensi yang sama, baik negeri atau swasta. “Kompetensi itu harus merata, jadi hal positif. Dalam pelaksanaannya, yang perlu dicermati adalah ada FKG yang sudah lama. KBK itu kan baru tahun 2007, sementara masih ada beberapa angkatan non KBK. Jadi saat dihadapkan dengan kompetensi, karena metode pembelajarannya lain, mereka agak kesulitan karena tidak melakukan itu pada saatnya. Akibatnya mahasiswa  yang lama-lama itu tidak lulus. Ini persoalanan buat kami,” ungkap Dudi.

Dudi berharapa agar Kemenristekdiktii dapat memberikan kebijakan khusus pada lulusan lama yang tadinya tidak tersentuh. “Jangan disamakan dengan yang baru. Karena tidak dipersiapkan lebih dulu. Metode pelajarannya juga beda. Saya berharap ada kebijakan khusus dari belmawa untuk memperlakukan khusus untuk mereka. Karena mereka terpola lama, sifatnya departemental, perkulian besa. Untuk FKG baru. Mereka sudah sesuai pembimbingan sudah kita lakukan,” tuturnya dengan penuh semangat.

Sementara itu Asdar gani yang bertugas sebagai panitia pusat menyampaikan bahwa perlu back up IT yang kuat dan distandarkan secara nasional, yang lebih aman dan gampang dioperasionalkan sehingga dapat mengatasi permasalahan apabila terjadi gangguan dalam system yang on-line.

Mengenai UKOM, Dr, Asdar Gani drg,M.Kes  yang juga dosen FKG UNHAS Makasar ini memberi catatan kecil agar UKOM ini tidak semata mencerminkan kemampuan sang kandidat. Sejalan dengan opini Dudi Aripin, Asdar menilai mereka yang tidak lulus dari UKOM  mungkin karena tidak familiar, perkuliahan masih konvensional, karena pada sebagian Universitas, CBT masih merupakan High Cost. Harusnya ujian bagian departemental yang diperkuat. Asdar berharap agar APDOGI dan organisasi profesi berembuk untuk hal ini.  Lebih lanjut Asdar menyampaikan standar penyelenggaraan pendidikan disamakan, termasuk Rumah Sakit Gigi dan Mulut karena masih ada PT untuk FKG belum memiliki fasilitas tersebut.. (AS/Editor/HKLI)

Selamat! Inilah Peraih Penghargaan Diktekdik Berprestasi Nasional 2016

Published by:

Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi kembali memberikan penghargaan kepada insan pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi. Penghargaan tersebut diberikan pada acara Anugerah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional 2016 yg diselenggarakan pada jumat (28/10) di Bandung, Jawa Barat.

Gelaran ini merupakan gelaran ke–14 Diktendik berprestasi tingkat nasional yg diselenggarakan tiap tahun sejak tahun 2004 silam.

“Pemberian penghargaan ini diharapkan mampu mendorong dosen dan tenaga kependidikan untuk berprestasi dan lebih produktif sehingga tercapainya tujuan pengembangan sistem pendidikan tinggi khususnya dan pembangunan sosial pada umumnya,” ujar Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti.

Lebih lanjut Ali Ghufton Mukti mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar setiap perguruan tinggi (PT) tergerak untuk memiliki sistem penghargaan yang terprogram bagi dosen dan tenaga kependidikan, meningkatkan motivasi untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, dan menumbuhkan kebanggaan di kalangan dosen dan tenaga kependidikan terhadap profesinya.

Jumlah peserta seleksi pendidik dan tenaga kependidikan berprestasi 2016, tercatat sebanyak 266 orang dengan rincian, kategori administrasi akademik berprestasi 36 orang, kategori dosen berprestasi 63 orang, kategori kepala program studi berprestasi 48 orang, kategori laboran berprestasi 44 orang, kategori pengelola keuangan berprestasi 36 orang, dan kategori pustakawan berprestasi 38 orang.

Dari total 266 peserta tersebut kemudian disaring menjadi 10 finalis utk setiap kategori.
Setiap finalis di masing-masing kategori melakukan presentasi terkait capaian prestasi dan inovasi dihadapan dewan juri pada masing-masing kategori.
Pemenang pertama kategori dosen berprestasi diberikan penghargaan berupa uang sebesar Rp 40 juta, pemenang kedua Rp 30 juta dan pemenang ketiga Rp 25 juta. Sedangkan untuk pemenang tenaga kependidikan secara berurutan berhak mendapatkan Rp 30 juta, Rp 25 juta dan Rp 20 juta. Selain itu, untuk setiap finalis pada masing-masing kategori diberikan penghargaan berua uang sebesar Rp 5 juta.

Pemenang pertama kategori Dosen berprestasi adalah Agung Endro Nugroho dari UGM. Sedangkan pemenang kedua Luki Abdullah (IPB), dan pemenang ketiga Siti Machmudah (ITS).
Untuk kategori Ketua Program Studi Berprestasi, juara pertama diraih oleh Iman Rusmana dari IPB. Sedangkan utk juara II Harwin Saptoadi (UGM), dan juara III Widjodjo Adi Prakoso (UI).

Untuk kategori Laboran Berprestasi, Amarudin dari Universitas Indonesia meraih peringkat pertama, Esti Prihantini (IPB) meraih peringkat II, dan Yusuf Umardani (UGM) pada peringkat III.

Peringkat pertama pada kategori Pustakawan Berprestasi diraih oleh Nurintan Cynthia Tyasmara dari Universitas Indonesia. Sedangkan Amirul Ulum (Universitas Surabaya) meraih peringkat II, dan Wiwik Istiyarini (ITB) pada peringkat III.

Untuk kategori Administrasi Akademik berprestasi, peringkat pertama diraih oleh A. Ponco Hadi Heru C dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Peringkat II diraih Andi Saputra (Unand), sedangkan Franky Agus Adiwerna (UGM) meraih peringkat III.

Terakhir, untuk kategori Pengelola Keuangan berprestasi peringkat I diraih oleh Bagus Sri Widodo dr UGM. Sedangkan Apip (UNDIP) meraih peringkat II, dan Tri Utami (UNS) meraih peringkat III.

Selamat bagi para penerima penghargaan Diktekdik berprestasi tingkat nasional tahun 2016. Semoga capaian yg diraih mampu menjadi pelecut untuk selalu bekerja keras dan berinovasi dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas di Indonesia tercinta. (msf)

PENGUMUMAN: Peserta EXPO KMI Tahun 2016

Published by:

Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi

(daftar terlampir)

Dengan ini disampaikan bahwa Perguruan Tinggi Saudara terpilih untuk mengikuti Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) di Universitas Brawijaya, Malang pada tanggal 16 – 19 November 2016. Selanjutnya kami sampaikan sebagai berikut:

  1. Syarat dan ketentuan untuk mengikut Expo KMI 2016 seperti yang termuat dalam Buku Panduan, dapat diakses melalui web: ristekdikti.go.id atau expokmi2016.ub.id.
  2. Proposal yang akan diikutkan dalam kompetisi adalah proposal yang dikirimkan ke panitia dan tidak diperkenankan untuk mengganti judul proposal.
  3. Perguruan Tinggi yang mengirimkan lebih dari 3 (tiga) proposal maka yang akan diikutsertakan dalam kompetisi hanya 3 (tiga) proposal, sesuai dengan bidang yang telah ditetapkan.
  4. Selain menampilkan produk utama, peserta Expo KMI dihimbau untuk menampilkan juga produk lain karya mahasiswa atau produk khas daerah, disesuaikan dengan kapasitas stand yang tersedia.
  5. Batas waktu pendaftaran ulang, paling lambat hari Selasa, tanggal 7 November 2016 melalui web: expokmi2016.ub.ac.id.

Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Direktur Jenderal,

TTD

Intan Ahmad

Tembusan:
1. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
2. Rektor Universitas Brawijaya
3. Ketua Panitia Penyelenggara Expo KMI  2016

 

Lampiran:

Peserta EXPO KMI 2016

 

Merubah Kesumba Menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Published by:

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Kesumba adalah tumbuhan liar yang bernama latin Bixa Orellana yang biasa juga disebut rambutan hutan. Dahulu biji kesumba ini dimanfaatkan sebagai mainan untuk membuat kuku menjadi berwarna. Namun sekarang buah ini dijadikan sebagai bahan untuk pembangkit listrik tenaga surya.

Mulai meneliti tanaman kesumba, saat melihat tumbuhan tersebut banyak tumbuh di sekitar kampus Untan yang tidak digunakan.

Tumbuhan tersebut adalah tumbuhan liar jadi tidak digunakan, tanaman tersebut hanya digunakan sebagai kuteks, ternyata tanaman tersebut memiliki pigmen warna yang bagus.

Kesumba mengandung pigmen warna yang disebut bixin, biji kesumba ini dijadikan bahan untuk membuat sel surya sebagai  pembangkit listrik tenaga surya.

Pada awalnya kusumba bukan sebagai sel surya melainkan sebagai sinar UV-protector atau pelindung sinar ultraviolet.

Dalam riset awal sebelumnya mendapatkan bahwa prinsip kusumba sebagai pelindung ultraviolet untuk kulit, bahwa kusumba tersebutlah yang menyerap sinar ultraviolet tersebut bukannya kulit, artinya pigmen biji kusumba ini dapat menyerap sinar ultraviolet.

Dari situlah mulai meneliti kusumba sebagai bahan sel surya atau pembangkit listrik tenaga surya. Tahun 2012, saat mendapatkan beasiswa untuk mendapatkan gelar doktor di Prancis, riset kusumba dilanjutkan, karena dirasa pada riset sebelumnya hasilnya kurang memuaskan. Dalam riset selanjutnya biji kusumba hanya mampu bertahan selama satu hari, dan pada riset terbarunya sel surya dari biji kusumba ini dapat bertahan selama sepuluh hari.

Proses untuk membuat sel surya dari biji kesumba ini, yaitu melalui beberapa tahap, yang pertama adalah tahap pemurnian dan karakteristik yang kurang lebih memakan waktu empat bulan yang kemudian dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Biji kesumba diekstraksi dimurnikan sampai 100% yang kemudian hasil pemurnian tersebutlah yang digunakan sebagai bahan pentik dalam sel surya tersebut. Selain biji kusumba ini ada juga bahan lain yang dipakai, antara lain tanah lempung dan limbah kelapa sawit yang kemudian dijadikan suatu sistem.

Dalam satu sistem tersebut ada yang  menyerap energi , mentransfer energi, dan ada yang meregenerasi energi tersebut. Sistem inilah yang mampu membuat sel surya ini dapat bertahan hinggal sepuluh hari. Bahan-bahan dan sistem sel surya inilah yang nantinya akan dipatenkan.

Aplikasinya satu sel ukuran 1 cm x 0.5 cm bisa menghidupkan satu lampu yang membutuhkan beberapa sel surya. Untuk menghidupkan lima watt lampu membutuhkan 1000 sel surya.

Tujuan meneliti kusumba ini adalah untuk memanfaatkan sumber daya yang ada di equator ini, dengan biji kesumba yang banyak hidup di daerah tropis. Terkait pematenan terhadap penelitian, sudah didaftarkan di Prancis, jadi hak paten yang akan didapat adalah hak paten Internasional.

Saat ini tumbuhan kesumba adalah tumbuhan yang langka, namun buah kesumba tersebut mudah tumbuh dan mudah berbuah, setiap tiga bulan sekali sudah dapat dipanen.

Oleh : Dr Winda Rahmalia

Dosen Kimia Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak

(Matilda/Muhammad)

Kemenristekdikti dan EU-Indonesia TCF Gelar Workshop STP dan TTO

Published by:

Dalam rangka memperkuat strategi program hilirisasi dan komersialisasi berbagai hasil inovasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama The EU-Indonesia Trade Cooperation Facility (TCF) mengadakan Workshop STPs and TTOs – Effective Implementation Methods pada Selasa (25/10). Kegiatan yang diselenggarakan di Double Tree Hilton Hotel ini merupakan tindak lanjut hasil mentoring dan pelatihan Science and Technology Park (STP) dan Technology Transfer Office (TTO) yang sebelumnya telah diadakan The EU-Indonesia TCF kepada lima universitas di Indonesia, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Hasanuddin.

Tidak hanya dihadiri oleh peserta dari lingkungan Kemenristekdikti, workshop yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi dan Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti ini, diikuti pula oleh perwakilan dari STP, universitas, Kementerian Perindustrian, LIPI, dan BPPT. Beberapa topik mengenai STP yang dibahas dalam workshop ini antara lain tentang pengembangan dan implementasi instrumen kebijakan, perencanaan STP, implementasi STP, hingga monitoring dan evaluasi STP. Sementara topik mengenai TTO yang dibahas antara lain tentang unsur-unsur atau prasyarat TTO yang sukses, pengaturan dan penyiapan TTO, proses bisnis yang ideal, hingga monitoring dan pengukuran output TTO.

Workshop yang diawali dengan lesson learned program STP dan TTO yang dilakukan oleh The EU-Indonesia TCF ini, dilanjutkan dengan pembahasan mengenai usulan guidelines mengenai implementasi STP dan TTO di Indonesian yang diinisiasi oleh The EU-Indonesia TCF. Beberapa masukan yang nantinya akan digunakan untuk menyempurnakan draft pedoman kebijakan dan implementasi STP serta pengaturan TTO di Indonesia ini, antara lain mengenai perlunya indikator khusus STP, kriteria keberhasilan dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program STP, dukungan kuantitatif data untuk TTO, juga petunjuk teknis dalam mendesain metode technology assessment TTO.

The EU-Indonesia TCF sendiri merupakan sebuah program empat tahun yang telah dimulai sejak tahun 2013, didanai oleh Uni Eropa dan dilaksanakan oleh suatu konsorsium internasional. Tujuan dari program ini adalah untuk memperkuat kapasitas lembaga pemerintah dalam mengembangkan iklim perdagangan dan investasi di Indonesia, serta memberikan kontribusi kepada pembangunan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan. (PSP)