Pengumuman Pemenang Seleksi Hibah Penyusunan Kurikulum dan Modul Matakuliah Bermuatan Pendidikan Karakter Kebangsaan dan Berorientasi KKNI

Published by:

Yth. Rektor Universitas/Insitut
Ketua Sekolah Tinggi
(daftar terlampir)

Sehubungan dengan pelaksanaan Program Hibah Penyusunan Kurikulum dan Modul Matakuliah Bermuatan Pendidikan Karakter Kebangsaan dan Berorientasi KKNI (KMPKK KKNI),  dengan hormat bersama ini disampaikan bahwa berdasarkan hasil seleksi yang telah dilaksanakan oleh Tim yang ditunjuk, diperoleh hasil sebagaimana tertera pada lampiran. Bagi program studi yang berhasil lolos kami ucapkan selamat dan mohon segera mengirimkan  data kontrak kerja sebagai berikut:

  1. Nama Pimpinan /Pejabat penandatangan kontrak
  2. NIP/Jabatan
  3. Institusi
  4. Alamat perguruan tinggi
  5. NPWP institutsi (copy NPWP)
  6. Nama Bank dan nomor rekening perguruan tinggi (dilengkapi dengan foto copy rekening)

Selain itu kami informasikan bahwa, agar tercapai tujuan maksimal dari pelaksanaan hibah, kami akan melakukan bimbingan teknis penyusunan dokumen kurikulum dan modul, serta pelaksanaan teknis program hibah yang akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal     : Jumat  s.d Sabtu, tanggal 11 s.d 12  Nopember 2016
Waktu              : Jumat  mulai Pukul 14.00 s.d Sabtu sampai pukul 12.00 WIB
Tempat            : Hotel JW Marriot

Jl Embong Malang – Surabaya

Untuk itu kami mohon kehadiran Ketua Pelaksana hibah KMPKK KKNI  untuk mengikuti dan berperan aktif dalam  bimtek tersebut dengan membawa Laptop dan bahan sebagai berikut :

  1. Dokumen lengkap struktur kurikulum mengacu pada tabel berikut:
No. Struktur Kurikulum Data Pendukung
1 Identitas Program Studi Menuliskan identitas program studi meliputi: Nama PT, Fakultas, Prodi, Akreditas, Jenjang Pendidikan, Gelar Lulusan, Visi dan Misi
2 Kondisi saat ini Menggambarkan kurikulum yang saat ini sedang digunakan, metode pembelajaran, evaluasi dan rasionalisasi perubahannya –> untuk mengetahui perubahan yang terjadi setelah pelaksanaan hibah sesuai dengan KPT dan modul siap diimplementasikan.
3 Standar Kompetensi Lulusan yang dinyatakan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan Merumuskan SKL/CPL :
Perumusan mengacu pada KKNI dan SNDIKTI
CPL terdiri dari aspek:
Sikap, Ketrampilan umum, ketrampilan khusus dan pengetahuan C7
4 Penentuan Bahan Kajian Menggambarkan Body of Knowledgesuatu program studi yang akan dikembangkan menjadi bahan kajian
5 Pembentukan Mata Kuliah dan Penentuan Bobot sks Sebuah atau kelompok mata kuliah (blok) menjelaskan mekanisme pembentukannya dan perhitungan bobot sks (waktu beban belajar mahasiswa)
5 Distribusi mata kuliah tiap semester Menggambarkan peta penempatan mata kuliah secara logis dan sistematis sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan prodi. Distribusi mata kuliah disusun dalam rangkaian semester selama masa studi lulusan prodi
6 Rencana Pembelajaran Semester (lengkap semua mata kuliah pada prodi tersebut) Menjelaskan Contoh Konkrit Rencana Tugas, Modul yang terkait, Instrumen Penilaian
7 Mekanisme pelaksanaan kurikulum dan penjaminan mutu pembelajaran Bagaimana prodi menjalankan kurikulum dan pembelajaran
  1. Membawa Modul mata kuliah bermuatan pendidikan karakter kebangsaan dan berorientasi KKNI yang akan dikembangkan dalam program hibah dimaksud.
  2. Membawa rincian Rencana Implementasi Pelaksanaan (RIP) hibah

Bagi perguruan tinggi  yang tidak lolos, kami sampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas usaha dan partisipasinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Plt. Direktur Pembelajaran
Sekretaris Direktorat Jenderal,

ttd
Sutrisna Wibawa

Tembusan:

  1. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
  2. Ketua Pelaksana Hibah KPT di perguruan tinggi

Lampiran :

Pengumuman Pemenang Hibah KMKK KKNI

tr, td{
border: 1px solid #ccc;
}

Menristekdikti Kejutkan Pahlawanti di Hari Pahlawan

Published by:

GORONTALO – “Pemerintah hadir melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti)” bukan hanya sebuah kalimat yang dibicarakan, namun benar – benar nyata dilakukan. Dengan memberikan bantuan, subsidi bahkan pemberian beasiswa penuh dalam jumlah yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, ditujukan kepada anak didik kita yang memiliki prestasi akademiknya baik tetapi memiliki keterbatasan dari sisi ekonomi.

Siang itu, usai memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2016, dan menyapa mahasiswa bidikmisi, ADik Papua dan 3T di Universitas Negeri Gorontalo, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengunjungi rumah salah satu penerima beasiswa bidikmisi UNG Novia Pahlawanti Kadir. Haru tangis bahagia menyambut Menteri Nasir yang pada saat itu hadir bak pahlawan pendidikan membawa komputer jinjing untuk mendukung proses pembelajaran Novia yang biasanya hanya bisa mengerjakan tugas menggunakan komputer jinjing temannya. Tidak hanya itu, Menteri Nasir juga memberikan kue ulang tahun untuk Pahlawanti yang berulang tahun ke 20.

Mahasiswa yang memiliki cita – cita menjadi Guru Besar perguruan tinggi ini, berharap bisa menciptakan generasi – generasi bangsa agar bangsa Indonesia lebih maju. “InsyaAllah jika ada kesempatan saya juga akan melanjutkan studi S2, dan S3,” ujar Pahlawanti dihadapan awak media.

Pahlawanti, anak terakhir dari tiga bersaudara ini merasa beruntung mendapatkan beasiswa bidikmisi. Sejak SMA dirinya ingin berkuliah disalah satu perguruan tinggi negeri, namun karena keterbatasan ekonomi Pahlawanti mencari informasi beasiswa. “Saya sangat bersyukur sekali adanya program pemerintah seperti beasiswa bidikmisi ini, awalnya saya mendapat informasi dari sekolah saya di SMA Negeri 2 Gorontalo dan daftar melalui internet dan Alhamdulillah lulus,” jelasnya.

Pahlawanti juga merupakan anak yang pintar karena mendapat IPK 3,6, selain itu dirinya juga membantu ibunya berjualan mainan anak dirumah untuk menambah biaya hidup sehari – hari karena ayah Pahlawanti telah dipanggil yang Maha Kuasa.

Menteri Nasir berharap hadiah yang diberikan kepada Novia dapat bermanfaat. “Semoga komputer jinjing ini dapat bermanfaat untuk belajar, dan uangnya jangan buat beli pulsa, bisa buat beli sepeda untuk pergi ke kampus, dan semoga makin pintar terus ditingkatkan lagi prestasinya,” pesan Nasir sembari pamit untuk kembali ke Jakarta. (NF/FLH)

KETUA DPP IAPA PERIODE 2016-2019 TERPILIH SEBAGAI DEKAN FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS INDONESIA

Published by:

9 November 2016

Pada Kongres IAPA 2016 yang berlangsung tanggal 6-8 Oktober 2016 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, disepakati bahwa Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. terpilih kembali sebagai Ketua DPP IAPA Periode 2016-2019.

Tidak berselang lama dari kegiatan tersebut, pada proses seleksi Calon Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia tanggal 8 November 2016 oleh Rektor dan Wakil Rektor UI di Gedung Pusat Administrasi Universitas Indonesia, diputuskan bahwa Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. terpilih sebagai Dekan FIA UI Periode 2016-2020.

Dengan jabatan tersebut diharapkan Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. dapat lebih mengembangkan dan meningkatkan kontribusi Ilmu Administrasi bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia, dan harapannya, dalam masa kepemimpinan IAPA 2016-2019, Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Semoga hal ini menginspirasi seluruh anggota IAPA untuk dapat berkontribusi aktif dan nyata bagi kemajuan Ilmu Administrasi.

Pengumuman short-listing seleksi umum paket pekerjaan equipment consultant paket 4

Published by:

PENGUMUMAN SHORT-LISTING SELEKSI UMUM PAKET PEKERJAAN
EQUIPMENT CONSULTANT PAKET 4

1. Project Management Unit (PMU) untuk Development of Education in Seven Universities yang selanjutnya disebut sebagai pengguna jasa konsultansi mengundang penyedia jasa Equipment Consultant (EQC) yang memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang masih berlaku tahun 2016 untuk mengikuti Short-Listing Seleksi Umum paket pekerjaan sebagai berikut:

No.

Paket Pekerjaan

Lokasi

Sumber Dana

1.

Equipment Consultant Paket 4

Universitas Syiah Kuala

Saudi Fund for Development (SFD) Loan No. 9/612

2. Pendaftaran dan pengambilan dokumen Short-Listing:
a. Hari/Tanggal :Rabu, 9 November 2016 s/d Kamis, 8 Desember 2016 (hari kerja)
b. Waktu : 09.30 – 16.00 WIB
c. Tempat : Panitia Seleksi Jasa Konsultansi kegiatan Development of Education in Seven Universities, Ditjen Belmawa, Kemristekdikti
d. Alamat : Jl. Tirtayasa Raya No.12 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160

3. Pemasukan dokumen Short-Listing yang telah disi paling lambat diterima pada:
a. Hari/Tanggal :Jumat, 9 Desember 2016 (hari kerja) pukul 16.00 WIB
b. Ditujukan Kepada : Panitia Seleksi Jasa Konsultansi kegiatan Development of Education in Seven Universities, Ditjen Belmawa, Kemristekdikti
c. Alamat :Jl. Tirtayasa Raya No.12 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160
Pemasukan setelah pukul 16.00 WIB tidak akan dilayani.

4 Calon peserta seleksi yang berminat wajib mengisi dan menandatangani Pakta Integritas sesuai dengan formulir yang terdapat dalam dokumen Short-Listing.

5. Syarat pendaftaran dan pengambilan dokumen adalah dengan membawa kartu identitas pendaftar dan surat kuasa dari pimpinan perusahaan.

6. Hal-hal yang belum jelas dapat dilihat pada Papan Pengumuman di tempat pendaftaran
dan dapat ditanyakan langsung kepada Panitia Seleksi melalui email [email protected]

Jakarta, 9 November 2016
Panitia Seleksi

Lampiran :

Iklan EQC P4-9nov16

Inovasi adalah Kunci Penggerak Ekonomi

Published by:

JAKARTA – Indonesia saat ini telah memasuki era pasar bebas di lingkup ASEAN atau kerap disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Era ini menghadirkan persaingan yang sengit dan kompetitif antar negara-negara di Asia Tenggara dalam segala bidang. Untuk memenangkan persaingan tersebut, Indonesia mau tidak mau harus memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki. Untuk memaksimalkan potensi itu, Indonesia memerlukan terobosan baru yang berbasis iptek dan inovasi.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui hasil-hasil risetnya memiliki perhatian penting terhadap upaya bangsa ini dalam menghasilkan terobosan baru berbasis iptek dan inovasi guna memenangkan persaingan di era MEA. Lembaga riset ini melalui Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek) berusaha menemukan gagasan-gagasan baru dalam upaya memenangkan persaingan tersebut lewat hasil penelitian bidang kebijakan iptek dan inovasi serta manajemen litbang.

Dalam laporannya, Trina Fizzanty, Kepala Pappiptek LIPI menegaskan bahwa kontribusi LIPI dalam menghadapi MEA juga ditunjukkan dengan penyelenggaraan Forum Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Inovasi (Iptekin) VI 2016.

“Forum Iptekin ini diharapkan pula menjadi sarana bagi stakeholders, akademisi, komunitas, serta pemerhati iptek lainnya untuk menjawab tantangan MEA dengan fokus pada optimalisasi hasil-hasil inovasi karya anak bangsa,” jelasnya.

Plt. Wakil Kepala LIPI Bambang Subianto mengatakan Forum yang merupakan agenda tahunan ini telah diselenggarakan sejak 2011 di LIPI Jakarta yang merupakan Forum Iptekin I.

“Forum Iptekin adalah wadah dan sarana bagi para pemangku kepentingan, pelaku industri/bisnis, akademisi, baik dari prguruan tinggi dan lembaga litbang, serta komunitas atau masyarakat umum yang tertarik dengan isu-isu seputar iptek dan inovasi,” tambahnya.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi (Dirjen PI) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe hadir mewakili Menristekdikti untuk membuka secara langsung Forum Iptekin VI 2016 yang diselenggarakan di auditorium LIPI Jakarta, Selasa (8/11). Menurut Jumain Appe, acara Forum Iptekin 2016 ini mengambil tema yang sangat tepat yaitu, membangun kapasitas iptek dan inovasi untuk memperkuat posisi industri nasional dalam rantai nilai global di era MEA.

“Saya kira tema ini sangat tepat untuk kita bahas dan diskusikan dalam rangka bagaimana bangsa kita menjadi suatu bangsa yang memiliki daya saing yang paling tinggi di asia tenggara, yang saat ini kita masih di bawah Singapura, Thailand, dan Malaysia serta Vietnam. Saat ini posisi daya saing kita secara Internasional dari 144 negara juga menurun,” ujar Jumain.

Kita juga menyadari bahwa penggerak ekonomi, atau kunci penggerak ekonomi kedepan itu adalah inovasi, tambah Jumain.

Hadir sejumlah pembicara utama dalam Forum tersebut, antara lain Jusman Syafii Djamal (Komisaris PT Garuda Indonesia dan Mantan Menteri Perhubungan RI Periode 2007 – 2009) dan Dietmar Lampert (Peneliti dsri Zentrum fur Soziale Innovation, Austria).

Pengumuman Pemenang Seleksi Proposal Kurikulum untuk Bantuan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi

Published by:

Yth. Rektor/Pimpinan Perguruan Tinggi

Berkenaan dengan program Bantuan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi, kami menginformasikan bahwa telah dilakukan seleksi Proposal Kurikulum Prodi Vokasi yang kami terima dari berbagai perguruan tinggi. Penilaian seleksi meliputi: Profil, Capaian Pembelajaran (CP), CP dan Bahan Kajian, Matriks Bahan Kajian dan Mata Kuliah, Komponen Kurikulum, Rencana Program Semester (RPS),  Jumlah Komponen RPS, Instrumen Rubrik, dan Contoh Tugas. Jumlah proposal kurikulum yang terpilih sebanyak 20 (dua puluh) proposal dari 20 (dua puluh) perguruan tinggi (terlampir).

Perguruan tinggi penerima Bantuan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 223/B1/SK/2016 Tentang Penetapan Perguruan Tinggi Penerima Bantuan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi.

Bagi perguruan tinggi yang terpilih sebagai penerima Bantuan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi mohon meningkatkan mutu kurikulumnya melalui kegiatan workshop kurikulum di masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu kepada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-DIKTI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Di samping itu, untuk membantu penyusunan kurikulum dapat pula digunakan Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi yang dapat diakses di http://belmawa.ristekdikti.go.id/.  Kurikulum hasil peningkatan mutu agar dikirim dan sudah kami terima paling lambat 7 (tujuh) hari kerja terhitung mulai tanggal 9 November 2016.

Jumlah Bantuan Implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi Vokasi sebesar Rp. 20.000.000 (dua puluh juta rupiah) untuk masing-masing perguruan tinggi. Dana bantuan akan ditransfer melalui rekening bank perguruan tinggi setelah perguruan tinggi mengirimkan kurikulum hasil peningkatan mutu ke Ditjen Belmawa yang dilengkapi seluruh persyaratan administratif.

Bagi perguruan tinggi yang mengajukan proposal namun tidak lolos, kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas usaha dan partisipasinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia.

Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Direktur Pembelajaran

ttd

Paristiyanti Nurwardani

Tembusan:
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan

Lampiran :
Pengumuman Penerima Bantuan Implementasi Kurikulum PT Vokasi

GESITS Jalani Uji Jalan Lewat Tour De Jawa-Bali

Published by:

JAKARTA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) dan PT. Garansindo Surabaya menggelar uji jalan dan breakdown komponen motor listrik GESITS (Garansindo Electric Scooter ITS) dari Jakarta menuju Bali pada 7-13 November 2016.

Tujuan Tour de Jawa-Bali adalah untuk menguji keandalan dan ketahanan motor listrik GESITS, sekaligus untuk sosialisasi kepada masyarakat. Dari kegiatan GESITS Tour de Jawa-Bali ini, tim peneliti akan bisa memperoleh masukan sebagai bahan evaluasi untuk penyempurnaan GESITS. Direncankana, motor listrik karya anak bangsa Indonesia tersebut akan mulai diproduksi massal pada tahun 2017 nanti.

“Saya harap GESITS mampu melihat peluang pasar sepeda motor agar bisa menjadi kompetitor dalam industry sepeda motor di Indonesia, dan bisa menjadi motor pilihan masyarakat,” ujar Menristekdikti Mohamad Nasir saat melepas motor GESITS untuk diuji coba, Senin (7/11) di Gedung II BPPT Jakarta.

Nasir sangat mendorong proses hilirisasi hasil riset  dari Perguruan Tinggi khususnya dari ITS dan PT. Garansindo Surabaya tersebut. Nasir mengatakan riset tidak cukup berhenti pada publikasi tapi harus sampai komersialisasi. Untuk itu menurutnya riset juga perlu didukung regulasi yang jelas, sama seperti halnya motor GESITS.

“Mudah-mudahan kedepan bisa menjadi langkah awal produk yang dihasilkan putra Indonesia untuk membangkitkan teknologi di Indonesia,” harap Nasir.

Motor listrik nasional pertama Indonesia ini memiliki kecepatan maksimum sekitar 100 km per jam. Daya jelajahnya didukung baterai berkapasitas 5 KWh. Dalam sekali pengisian, GESITS bisa menempuh jarak hingga 100 km. Dan yang menarik, baterai motor listrik ini dapat diganti layaknya baterai smartphone. (SUT/FLH)

Pengumuman Finalis Kompetisi Jembatan Indonesia Ke-12 (KJI-XII) dan Kontes Bangunan Gedung Indonesia Ke-8 (KBGI-VIII) Tahun 2016

Published by:

Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi (terlampir)
di tempat

Dengan hormat,

Sehubungan dengan telah selesainya evaluasi proposal peserta KJI-XII dan KBGI-VIII Tahun 2016 dengan ini kami sampaikan tim (terlampir) yang dinyatakan LOLOS sebagai finalis untuk mengikuti KJI-XII dan KBGI-VIII Tahun 2016. Babak Final akan dilaksanakan tanggal 01 s.d. 04 Desember 2016 di Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang. Tim finalis wajib melakukan registrasi ulang melalui laman http://kji-kbgi2016.polsri.ac.id.

Berkenaan dengan hal tersebut, kami mohon bantuan Saudara untuk menginformasikan hasil seleksi ini kepada tim finalis dari Perguruan Tinggi Saudara. Biaya akomodasi dan konsumsi ditanggung oleh panitia sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta membawa SPPD berstempel yang ditandatangani pejabat perguruan tinggi masing-masing.

Demikian kami sampaikan dan selamat atas keberhasilan tim yang lolos menjadi finalis. Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami mengucapkan terima kasih.

Direktur Kemahasiswaan,

ttd

Didin Wahidin

Tembusan :
1. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
2. Koordinator Kopertis Wilayah I s.d. XIV
3. Wakil/Pembantu Rektor/Direktur/Ketua Bidang Kemahasiswaan ybs

Lampiran :
1.  Pengumuman KJI-XII dan KBGI-VIII 2016

Melihat Hungaria Lewat Hasil Fotografi

Published by:

JAKARTA – Kerjasama antara Indonesia dan Hungaria semakin erat. Selain menjalin kerjasama dalam penggunaan energi atom dan beasiswa pendidikan, Hungaria juga memperkenalkan sejarah dan budaya negaranya melalui ”Photo Exhibition, Hungary’s Past and Present”. Pameran foto Hungaria tempo dulu dan masa kini tersebut digelar di Hotel Kartika Chandra, Rabu (3/11).

Seremoni pembukaan pameran foto dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ainun Na’im yang ditandai dengan pemukulan gong. Sejumlah pejabat kedua negara tampak hadir mengikuti acara ini, antara lain Wakil Menteri Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Hungaria, László Szabó; Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Timor-Leste dan ASEAN Judit Németh-Pach; Director of MTI, L. Ferenc Gazsó (Hungarian News Agency of Duna Media Service NonProfit Ltd), dan  Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti Nada Marsudi.

Dalam pameran fotografi ini terdapat foto-foto Hungaria tempo dulu, termasuk masa revolusi tahun 1956. Sedang foto Hungaria masa kini memuat foto-foto perkembangan Hungaria selama 25 tahun terakhir. Karya fotografi yang dipamerkan merupakan karya jurnalistik wartawan foto dari kantor berita nasional Hungaria MTI. (SUT)

Pengembangan BATAM Digital Hill

Published by:

Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani bersama  Tim Fasilitator BDHJakarta – Belmawa.  Pemerintah Republik Indonesia saat ini tengah meningkatkan kemudahan  bagi investor asing untuk membuka usaha di Indonesia. Tentunya, ini merupakan peluang bagi para investor atau pengusaha asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini juga merupakan tantangan bagi perguruan tinggi bagaimana perguruan tinggi memberikan dukungan khususnya pemenuhan tenaga kerja terdidik profesional. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memiliki misi untuk memfasilitasi kemitraan perguruan tinggi dengan berbagai perusahaan. 

Beberapa Perusahaan berbasis teknologi informasi (IT) dari negara jiran Singapura akan melakukan ekspansi usahanya di Indonesia dan menjadikan P. Batam sentra usahanya. Diperkirakan pada tahap awal 2017  akan dibutuhkan 200 (dua ratus) ahli IT dan akan meningkat secara bertahap sehigga diproyeksikan dalam 5 tahun ke depan akan dibutuhkan 2000 (dua ribu) tenaga kerja berlatar IT yang di dalamnya antara lain lulusan pendidikan tinggi.

Untuk penyediaan tenaga kerja profesional khususnya dalam bidang IT dari perguruan tinggi, perusahaan tersebut menggandeng Temasek Polytechnic Singapura dan Politeknik Batam. Kedua PT ini akan bekerja sama untuk menyiapkan lulusan dalam upaya mensuplai perusahaan dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk mewujudkan kerjasama ini akan ditandatangani MoU antara kedua Poltek di Semarang pada tanggal 14 November 2016. Direktur Pembelajaran, yang mendapat tugas dari Dirjen Belmawa, akan memfasilitasi pelaksanaan program dan membentuk Tim taskforce guna mendukung realisasi kemitraan tersebut dan mengembangkan program sejenis secara nasional.

Proyek kemitraan perusahaan berbasis IT di Batam dengan politeknik dalam beberapa tahun yang memerlukan tenaga kerja terdidik profesional dalam jumlah ribuan dideklarasikan dengan nama Batam Digital Hill (BDH). BDH menjadi program yang saling menguntungkan Indonesia dan Singapura. BDH akan berguna bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia serta menyiapkan dukungan bagi perencanaan program Presiden untuk 1000 (seribu) industri kreatif berbasis IT

Direktorat Pembelajaran memfasilitasi beragam kegiatan agar program BDH berjalan baik, sukses dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara. Bahkan proyek BDH ini diharapkan akan menjadi pemicu tumbuhnya model model BDH lain di Indonesia.

Paristiyanti Nurwardani menyampaikan bahwa untuk menyiapkan implementasi program BDH tersebut, perlu diselenggarakan workshop pengembangan kurikulum pendidikan tinggi di Bali yang akan diselenggarakan pada tanggal 10-12 November 2016 dan melibatkan lebih dari 70 dosen dalam lingkup Prodi berbasis IT. Mereka diharapkan akan menjadi bagian dari program BDH. BDH ini diharapkan akan menjadi salah satu percontohan dan menjadi multifliers effect bagi daerah lain di Indonesia. Peran perguruan tinggi di dalamnya akan semakin besar tertutama dalam mengembangkan kurikulum vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri: Batam Digital Hill untuk Indonesia. (HS/editor/HKLI)

Tantangan dan Arah Perkembangan Politeknik Indonesia

Published by:

BANDUNG – Upaya revitalisasi pendidikan vokasi terus dilakukan pemerintah. Hal tersebut semata-mata guna meningkatkan daya serap para lulusan sekolah atau perguruan tinggi vokasi di dunia kerja (industri).

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M. Nasir mengatakan ingin menghilangkan stereotype politeknik sebagai perguruan tingi kelas dua.

“Bagaimana caranya biar poltek bisa ikut dalam seleksi bersama masuk perguruan tinggi. PTN, PTS sama saja. Bukan cuma perguruan tingginya saja tapi juga dosen akan saya revitalisasi. Dua belas politeknik nanti mulai dari kelembagaannya, sumberdaya nya maupun sarana dan prasarana nya itu akan direvitalisasi,” ujarnya saat Kunjungan kerja ke Politeknik Manufaktur Negeri Bandung, Kamis (3/11).

World Economic Forum (WEF) merilis Global Competitiveness Report 2016-2017 yang menunjukkan peringkat daya saing Indonesia turun dari posisi 37 ke 41 dari 138 negara. Menristekdikti menyebutkan terdapat 12 pilar yang menyebabkan hal tersebut. Pokok yang paling mendasar adalah korupsi. Perguruan tinggi harus menghindari hal ini, termasuk perihal pungli dan pemilihan pimpinan rektor atau direktur. Kedua, inefisiensi kebijakan atau lambatnya birokrasi. Ketiga, infrastruktur. Pilar lainnya yaitu pendidikan tingkat atas dan pelatihan serta efisiensi tenaga kerja.

Diantara negara-negara ASEAN, perbandingan tenaga kerja kompetitif kita berada di urutan belakang setelah Singapura dan Malaysia. Pendapatan (gaji) dan produktifitas tenaga kerja Indonesia juga masih sangat rendah. Hal ini mengindikasikan terdapat masalah pada kesiapan tenaga kerja kita. Fakta lainnya yang menunjukkan perlunya revitalisasi pendidikan vokasi juga rendahnya jumlah mahasiswa vokasi Indonesia dibandingkan negara-negara lain di dunia.

“Bagaimana mau mencetak tenaga kerja yang baik, kalau dari kurang lebih 4.300-an perguruan tinggi kita saja politekniknya cuma sedikit dan peminatnya juga sedikit?” tanyanya pada para mahasiswa Polman Bandung yang mengikuti kuliah umum.

Data Badan Pusat Statistik per Agustus 2014 menyebutkan 9,3% pengangguran di Indonesia adalah alumni perguruan tinggi termasuk diantaranya lulusan bergelar sarjana.

Untuk itu, kebijakan Kemenristekdikti yang akan dikeluarkan di tahun 2017 untuk pembangunan ditekankan Nasir akan fokus pada politeknik. Diantaranya kurikulum yang akan disesuaikan dengan kebutuhan industri dan mendorong akreditasi yang baik (A), peningkatan kualitas laboratorium, infrastruktur serta dosen. Anggaran yang digelontorkan guna revitalisasi pendidikan vokasi sendiri sekitar 200 Miliar dan akan terus bertambah pada 2017 nanti. Nasir juga akan mengumpulkan para rektor dan direktur guna membahas seleksi masuk penerimaan bersama bagi politeknik. Dirinya juga mendorong para lulusan politeknik untuk memiliki sertifikat supaya dapat diserap oleh industri dengan cepat.

“Supaya bisa memenuhi kebutuhan industri. Target kami semua lulusan harus punya sertifikat. Ijazah pasti. Karena akan menghadapi persaingan global. Negara bisa maju karena politeknik, negara manapun didunia. Saya ingin menjadikan politeknik garis depan dalam perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Para dosen juga akan diikutkan berbagai training baik itu di dalam maupun luar negeri untuk mendapatkan sertifikat ahli di bidang masing-masing. Dalam kesempatan yang sama Menristekdikti didampingi Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo, Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur, Hari Purwanto,  juga menyempatkan diri meninjau fasilitas belajar mekatronika, pengecoran logam dan manufaktur di Polman Bandung. (APS)

Indonesia Mengusung Pembentukan ASEAN Public Private Partnership

Published by:

“Mengingat pentingnya peranan sektor publik dan swasta dimana sejalan dengan salah satu APASTI 2016-2025 Goals, Indonesia mengusulkan pembentukan ASEAN Public-Private Partnership” hal ini disampaikan oleh Prof. Ainun Na’im selaku Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti yang mewakili Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia pada pertemuan the 9th Informal ASEAN Ministerial Meeting on Science and Technology (IAMMST-9) pada tanggal 29 Oktober 2016 di Siem Reap, Kamboja.

Sesuai dengan APASTI 2016-2025 Strategic Thrust #1 dan Thrust #3, ASEAN Public-Private Partnership bertujuan untuk menciptakan sebuah wahana untuk mendukung sebuah mekanisme seperti mentorship dan program insentif guna membina start-up companies hingga berhasil menjadi perusahaan yang berdaya saing tinggi. Hal ini memerlukan kerja sama lintas sektoral yang terkait guna memupuk kreasi pengetahuan dan aplikasi iptekin untuk meningkatkan daya saing. Usulan Indonesia tersebut disambut positif oleh para Menteri Iptek ASEAN lainnya dan konsep ASEAN Public-Private Partnership akan disampaikan kepada ASEAN Secretariat untuk dijadikan bahan pembelajaran bersama pada pertemuan COST 72 bulan Mei 2017 di Brunei Darussalam.

kamboja-13

Berbagai program ditawarkan oleh para Menteri Iptek ASEAN, yakni pembentukan ASEAN STI Partnership Collaboration oleh Thailand, ASEAN Open Innovation and Entrepreneurship Platform oleh Thailand, ASEAN Foresight oleh Malaysia, ASEAN Talent Mobility oleh Thailand dan Talent Mobility- Personnel Certification oleh Malaysia. Program-program tersebut akan menjadi instrument untuk mencapai APASTI 2016-2025 Goals.

Pertemuan tingkat Menteri Iptek ASEAN ini dihadiri oleh Secretary General ASEC, Deputy Minister – Prime Minister’s Office Brunei Darussalam, Minister for Industry and Handicraft Cambodia, Secretary General Ristekdikti Indonesia, Minister for Science, Technology and Innovation Malaysia, Minister for Education Myanmar, Secretary (Minister) for Science and Technology Philippines, Managing Director A*Star, Minister for Science and Technology Thailand, dan Vice Minister for Science and Technology Viet Nam. Pernyataan para Menteri Iptek ASEAN dapat diunduh melalui tautan http://asean.org/category/asean-statement-communiques/. (ap/kskp)

UKMP2DG Sebagai Tolok Ukur Kelulusan Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi

Published by:

FKG UMPADBandung – Belmawa. (28/10/16), Kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia. Dalam memenuhi kebutuhan dasar tersebut, Pemerintah memiliki tugas dan kewajiban menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Dokter/ dokter gigi sebagai pelaku pelayanan kesehatan utama harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang handal serta memiliki integritas etika/moral untuk mendukung terwujudnya pelayanan kedokteran bermutu. Dalam rangka memenuhi kebutuhan dokter/dokter gigi yang profesional, maka proses pendidikan menjadi faktor yang sangat menentukan.

Untuk menjamin mutu, lulusan program pendidikan dokter di Indonesia harus sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) sebagaimana amanat UU RI Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran dan UU RI Nomor 20  Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran/Kedokteran Gigi. Dan di akhir proses program pendidikan kedokteran dilakukan uji kompetensi mahasiswa yang bersifat nasional untuk memperoleh sertifikat profesi dari institusi pendidikan sesuai UU Pendidikan Kedokteran sekaligus direkognisi sebagai Uji Kompetensi Dokter/Dokter Gigi Indonesia untuk memperoleh sertifikat kompetensi dari organisasi profesi dalam hal ini Kolegium sesuai UU Praktik Kedokteran dan Perkonsil No.1 Tahun 2010

Terkait dengan UKMP2DG seperti tesebut di atas, Kemenristekdikti melakukan pembinaan (melalui PNUKMP2DG) dalam menyelengarakan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKMP2DG) secara serentak di berbagai TUK di FKG Universitas yang ditunjuk. UKMP2DG ini diperuntukan bagi mahasiswa program profesi dokter gigi yang telah menyelesaikan seluruh pekerjaan klinik beserta ujiannya.

Dalam kunjungan ke FKG UNPAD, Tim MONEV Ditjen Belmawa menyempatkan diri berbincang dengan DR.Dudi Aripin, drg,Sp.KG, wakilFKG Unpad1 dekan 2 FKG. Walaupun di luar hujan deras  dan angin kencang, peserta UKMP2DG  tetap semangat mengikutinya.  Ketika dimintai tanggapan terkait UKOM, Dudi menyampaikan bahwa  ini hal positif, karena kandidat dokter gigi ini diuji secara nasional, mereka mempunyai kompetensi yang sama, baik negeri atau swasta. “Kompetensi itu harus merata, jadi hal positif. Dalam pelaksanaannya, yang perlu dicermati adalah ada FKG yang sudah lama. KBK itu kan baru tahun 2007, sementara masih ada beberapa angkatan non KBK. Jadi saat dihadapkan dengan kompetensi, karena metode pembelajarannya lain, mereka agak kesulitan karena tidak melakukan itu pada saatnya. Akibatnya mahasiswa  yang lama-lama itu tidak lulus. Ini persoalanan buat kami,” ungkap Dudi.

Dudi berharapa agar Kemenristekdiktii dapat memberikan kebijakan khusus pada lulusan lama yang tadinya tidak tersentuh. “Jangan disamakan dengan yang baru. Karena tidak dipersiapkan lebih dulu. Metode pelajarannya juga beda. Saya berharap ada kebijakan khusus dari belmawa untuk memperlakukan khusus untuk mereka. Karena mereka terpola lama, sifatnya departemental, perkulian besa. Untuk FKG baru. Mereka sudah sesuai pembimbingan sudah kita lakukan,” tuturnya dengan penuh semangat.

Sementara itu Asdar gani yang bertugas sebagai panitia pusat menyampaikan bahwa perlu back up IT yang kuat dan distandarkan secara nasional, yang lebih aman dan gampang dioperasionalkan sehingga dapat mengatasi permasalahan apabila terjadi gangguan dalam system yang on-line.

Mengenai UKOM, Dr, Asdar Gani drg,M.Kes  yang juga dosen FKG UNHAS Makasar ini memberi catatan kecil agar UKOM ini tidak semata mencerminkan kemampuan sang kandidat. Sejalan dengan opini Dudi Aripin, Asdar menilai mereka yang tidak lulus dari UKOM  mungkin karena tidak familiar, perkuliahan masih konvensional, karena pada sebagian Universitas, CBT masih merupakan High Cost. Harusnya ujian bagian departemental yang diperkuat. Asdar berharap agar APDOGI dan organisasi profesi berembuk untuk hal ini.  Lebih lanjut Asdar menyampaikan standar penyelenggaraan pendidikan disamakan, termasuk Rumah Sakit Gigi dan Mulut karena masih ada PT untuk FKG belum memiliki fasilitas tersebut.. (AS/Editor/HKLI)