Category Archives: PIKIR PAKAR

Absensi Wajah Secara Digital Bagi Mahasiswa

Published by:

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Saat ini mahasiswa mengisi absen harus mencatat secara manual, yaitu menggunakan kertas. Saya berpikir mengapa tidak menggunakan secara digital. Contohnya, mahasiswa hendak mengisi absen, cukup dengan mengarahkan wajahnya ke web cam beberapa detik, hasil dari identifikasi tersebut  akan disimpan dalam database sebagai bukti kehadiran.

Setelah sistem itu sukses dan berhasil, nantinya bisa menambahkan  database nomor handphone orang tua, jadi ketika mahasiswa tersebut sudah hadir di kelas, maka secara otomatis server data sistem akan mengirim  ke nomor tersebut memberitahukan kepada orang tua bahwa mahasiswa tersebut mengikuti atau tidak mengikuti kegiatan perkuliahan pada jam tersebut, sehingga akan ada kontrol tidak hanya dari kampus, tetapi juga dari orang tua, agar mengetahui bahwa mahasiswa bersangkutan hadir atau tidak.

Tujuan dibuatnya sistem secara digital ini minimal ketika ada sistem tersebut mahasiswa sudah mengurangi penggunaan kertas untuk absensi, karena semua sudah tersimpan di server (sistem komputer) dan bisa dimaksimalkan dalam server yang dimiliki.

Jadi server bukan hanya berfungsi menyimpanan data, bahan kuliah, modul kuliah, praktikum, tetapi juga akan menyimpan data arsip kuliah mahasiswa secara digital, sehingga lebih meminimalisir penggunaan kertas.

Manfaat lainnya bisa menyimpan database mahasiswa yang pernah menjadi mahasiswa, contohnya di Fakultas MIPA Prodi Sistem Informasi Universitas Tanjungpura.

Selain itu, data tersebut juga dapat digunakan untuk meminimalisir  kecurangan data dan membuat data menjadi lebih akurat. Bisa juga untuk penilaian saat perkuliahan ketika dosen hendak memberikan nilai tugas semester dan skripsi.

Harapannya, dengan adanya data digital  tersebut Universitas Tanjungpura lebih baik dan terstruktur, lebih lengkap, sehingga ketika suatu saat  mau dikembangkan ke hal-hal yang lain  itu sudah ada data yang relevan. Data yang sudah terpadu dan tidak terpisah-pisah.

Sistem ini diharapkan bisa diaplikasi di Untan khususnya dan diterapkan terpadu, meskipun berat, dapat dibangun perlahan.

Terkait dengan apabila ada upaya pembobolan data, maka hal tersebut jangan menjadi masalah, tetapi merupakan tantangan untuk membuat suatu sistem yang baik dan tidak mudah dibobol,karena setiap sistem tidak pernah ada yang dikategorikan aman, tetapi ada celah untuk menjaga keamanannya. Jadi jika ada serangan kita sudah siap.

Oleh : Ikhwan Ruslianto, S Kom, MCs

Dosen Sistem Komputer, Program Studi Sistem Informasi, Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak

(Kurniawati/Muhammad)

Merubah Kesumba Menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Published by:

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Kesumba adalah tumbuhan liar yang bernama latin Bixa Orellana yang biasa juga disebut rambutan hutan. Dahulu biji kesumba ini dimanfaatkan sebagai mainan untuk membuat kuku menjadi berwarna. Namun sekarang buah ini dijadikan sebagai bahan untuk pembangkit listrik tenaga surya.

Mulai meneliti tanaman kesumba, saat melihat tumbuhan tersebut banyak tumbuh di sekitar kampus Untan yang tidak digunakan.

Tumbuhan tersebut adalah tumbuhan liar jadi tidak digunakan, tanaman tersebut hanya digunakan sebagai kuteks, ternyata tanaman tersebut memiliki pigmen warna yang bagus.

Kesumba mengandung pigmen warna yang disebut bixin, biji kesumba ini dijadikan bahan untuk membuat sel surya sebagai  pembangkit listrik tenaga surya.

Pada awalnya kusumba bukan sebagai sel surya melainkan sebagai sinar UV-protector atau pelindung sinar ultraviolet.

Dalam riset awal sebelumnya mendapatkan bahwa prinsip kusumba sebagai pelindung ultraviolet untuk kulit, bahwa kusumba tersebutlah yang menyerap sinar ultraviolet tersebut bukannya kulit, artinya pigmen biji kusumba ini dapat menyerap sinar ultraviolet.

Dari situlah mulai meneliti kusumba sebagai bahan sel surya atau pembangkit listrik tenaga surya. Tahun 2012, saat mendapatkan beasiswa untuk mendapatkan gelar doktor di Prancis, riset kusumba dilanjutkan, karena dirasa pada riset sebelumnya hasilnya kurang memuaskan. Dalam riset selanjutnya biji kusumba hanya mampu bertahan selama satu hari, dan pada riset terbarunya sel surya dari biji kusumba ini dapat bertahan selama sepuluh hari.

Proses untuk membuat sel surya dari biji kesumba ini, yaitu melalui beberapa tahap, yang pertama adalah tahap pemurnian dan karakteristik yang kurang lebih memakan waktu empat bulan yang kemudian dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Biji kesumba diekstraksi dimurnikan sampai 100% yang kemudian hasil pemurnian tersebutlah yang digunakan sebagai bahan pentik dalam sel surya tersebut. Selain biji kusumba ini ada juga bahan lain yang dipakai, antara lain tanah lempung dan limbah kelapa sawit yang kemudian dijadikan suatu sistem.

Dalam satu sistem tersebut ada yang  menyerap energi , mentransfer energi, dan ada yang meregenerasi energi tersebut. Sistem inilah yang mampu membuat sel surya ini dapat bertahan hinggal sepuluh hari. Bahan-bahan dan sistem sel surya inilah yang nantinya akan dipatenkan.

Aplikasinya satu sel ukuran 1 cm x 0.5 cm bisa menghidupkan satu lampu yang membutuhkan beberapa sel surya. Untuk menghidupkan lima watt lampu membutuhkan 1000 sel surya.

Tujuan meneliti kusumba ini adalah untuk memanfaatkan sumber daya yang ada di equator ini, dengan biji kesumba yang banyak hidup di daerah tropis. Terkait pematenan terhadap penelitian, sudah didaftarkan di Prancis, jadi hak paten yang akan didapat adalah hak paten Internasional.

Saat ini tumbuhan kesumba adalah tumbuhan yang langka, namun buah kesumba tersebut mudah tumbuh dan mudah berbuah, setiap tiga bulan sekali sudah dapat dipanen.

Oleh : Dr Winda Rahmalia

Dosen Kimia Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura Pontianak

(Matilda/Muhammad)

Dampak Kekerasan Terhadap Anak

Published by:

Pontianak, thetanjungpuratimes.comDosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura (Untan) yang berlatarbelakang lulusan Psikologi, Desni Yuniarni M Psi, mengatakan, kekerasan terhadap anak adalah sebuah “lingkaran setan”, artinya apa yang pernah dialami seorang anak tidak menutup kemungkinan maka si anak tersebut akan melakukan hal yang sama.

Continue reading