Ngobrol Sersan (Serius tapi Santai) bersama Prof. Dr. Pawennari Hijjang, M.A.

FISIP UNTAN- Prodi Antropologi Sosial kedatangan tamu kerabat antropologi yaitu Prof. Dr.  Pawennari Hijjang, M.A., Guru Besar Antropologi Sosial Universitas Hasanuddin. Lebih dikenal dengan sebutan Prof. Awe.

“Saya datang memanfaatkan kesempatan sosial dan ikatan batin sesama antropologi Indonesia. Sudah terjalin di tingkat mahasiswa, JKAI (Jaringan Kekerabatan Antropologi Indonesia). Di tingkat prodi/jurusan ada AJASI (Asosiasi Jurusan Antropologi Seluruh Indonesia). Ada juga kita terjalin di organisasi profesional yaitu AAI (Asosiasi Antropologi Indonesia)”, ungkap Prof Awe.
Teori-teori antropologi dibedah ide pokok dan asumsi dasar dengan asyik oleh Prof. Awe. Contoh-contoh sederhana bergulir dengan candaan. Teman-teman mahasiswa terlihat antusias dan aktif berdialog serta bertanya kepada Prof Awe. Hadir juga dosen-dosen Antropologi Sosial Fisip Untan dalam forum diskusi yang digelar pada Selasa (18/9) di aula S-2 FISIP Untan.
Bagaimana pentingnya antropologi menjadi salah satu pertanyaan dan pamungkas oleh mahasiswa kepada Prof Awe. Pertanyaan yang seringkali berulang di dalam kelas, di luar kelas maupun di dalam kepala. Prof. Awe memberikan penjelasan mengenai pentingnya antropologi untuk saat ini. Tidak lupa juga memberikan semangat untuk para mahasiswa,
“Jangan pernah pesimis dengan antropologi. Pemerintah melalui Dirjen Kebudayaan telah memberikan kepercayaan kepada AAI (Asosiasi Antropologi Indonesia) untuk mengejewantahkan dan mensosialisasikan UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan di seluruh provinsi dan daerah di Indonesia. Saat ini sangat dibutuhkan banyak peneliti budaya.”.
Antropologi di Indonesia sudah memiliki jaringan organisasi yang saling mendukung untuk kerja budaya. Bahkan di AAI jelas tertulis bahwa penting untuk mengupayakan pengarusutamaan budaya dalam pembangunan nasional. Para antropolog perlu terlibat langsung dengan pembuat kebijakan serta memberdayakan masyarakat dengan “cara antropologi” yang memanusiakan.
Antropologi belajar tentang manusia dan kemanusiaan. Oleh karena itu antropologi dikenal dengan penelitian di masyarakat dan daya kekerabatan di antara mahasiswa,  dosen dan praktisi antropologi sangat kuat. Bahkan Prof. Awe mengatakan bahwa orang antropologi itu apa adanya, tidak memoles diri, tidak suka yang terlalu formal,  santai tapi orang antropologi harus cerdas.

Leave a Reply