“Husna: Mengisi Kekosongan dan Kehampaan dengan Berorganisasi ”

Ditulis oleh : Gheby Mahas

Pontianak, IKOM FISIP UNTAN-Kesan tersendiri muncul pada sosok yang satu ini. Ketika diwawancara mahasiswa ini sangat semangat dan antusias menjawab semua pertanyaan. Seorang perempuan muda yang aktif berorganisasi namun senang membaca prosa-prosa manis menyentuh jiwa.

Husna Lathifah nama lengkapnya. Mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2015 yang tak pernah sedikitpun membiarkan waktu luangnya terbuang sia-sia.

Terhitung semenjak kuliah di Prodi Ilmu Komunikasi, perempuan muda ini sudah mengikuti 7 organisasi yang bergerak di bidang forum kemahasiswaan.  Adapun beberapa organisasi tersebut, diantaranya adalah : Staff PSDM FKMI Nuruddin 2016/2017, Ketua Bidang PSDM Fkmi Nuruddin 2017/2018, Anggota Bidang Kaderisasi KAMMI Komisariat Untan 2016/2017 dan 2017/2018, Staff Tahfidz UKM Sahabat Quran Untan2016/2017, Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Sambas (Forsis) Staff PSDM 2017/2018, Staff Kaderisasi FSLDK ISIP 2018/2017, Himakom staff Advokasi 2017/2018.

Keaktifannya dalam mengikuti organisasi tidak menghalanginya untuk tetap berprestasi. Sebut saja lomba Essai Petisi Muslim Fakultas Kehutanan yang diselenggarakan pada tahun 2015, Husna mampu meraih juara 1 dalam lomba tersebut. Ketertarikannya untuk mengikuti lomba berawal dari hobi membaca syair-syair dan prosa pada waktu SMA. Berawal dari membaca Husna mencoba untuk menulis prosanya sendiri. Pada suatu ketika awal-awal bergabung FKMI dia mendapatkan tawaran untuk mengikuti lomba menulis essai, dia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Dengan diarahkan oleh seniornya, Husna pun berhasil meraih juara 1.

Waktu SMA, Husna hanya mengikuti satu organisasi saja. Tidak disangka waktu kuliah, perempuan berkacamata ini menghabiskan waktunya untuk berorganisasi. Ketika ditanya apa yang membuat dara kelahiran 14 Oktober 1997 ini aktif berorganisasi, beliau menjawab “sebenarnya hanya untuk mengisi kehampaan waktu kosong, jadi awalnya hanya untuk mengisi kekosongan dan kehampaan aja sih, eh taunya malah ketagihan. Ketemu banyak orang dan banyak teman”.

Perempuan yang mengagumi Anis Matta ini mengaku bahwa susah mengatur jadwal antara kuliah dan organisasi. Harus pintar-pintar bagi jadwal kapan harus kuliah, kapan harus organisasi , kapan harus mengurusi urusan pribadi. Namun jika dalam satu hari agendanya bersamaan, Husna mengutamakan mana yang harus di prioritaskan terlebih dahulu. “Teman senang becandain kalo organisasi ga boleh di ganggu sama kuliah, tapi itu ga bener”, ujar perempuan asal Sambas ini. Perempuan yang menjunjung motto “Insyaallah bermanfaat bagi orang lain” ini benar-benar tidak ingin menyia-nyiakan hidupnya dengan cara membantu sesama dan aktif dalam berorganisasi.

Husna dan teman-teman

Husna dan teman-teman

Leave a Reply