Calon Tunggal Pilkada Tidak Pasti Menang

Published by:

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Pengamat Hukum Universitas Tanjungpura, Dr Hermansyah, mengatakan, jika dalam suatu Pilkada hanya ada satu calon saja, belum tentu calon tersebut akan menang.

Menurut dia, karena nantinya dalam pemilihan akan ada dua kertas pilihan, yaitu yang berisi gambar calon dan yang berisi kertas kosong, calon akan dikatakan menang jika mendapatkan perolehan suara lebih banyak dari kertas kosong.

“Masyarakat harus paham betul bahwa dengan satu calon tunggal itu, tidak berarti pasti menang,” kata dia kepada thetanjungpuratimes.com, Kamis (10/11).

Dirinya juga mengatakan, jika dalam satu daerah hanya mengusung satu calon saja tentu akan menimbulkan pertanyaan, apakah hal ini bisa dikatakan demokrasi yang sebenarnya. Kata dia, jika dikaitkan dengan sebuah kegagalan partai politik mungkin bisa dikatakan demikian, karena partai politik tidak mampu untuk melakukan kaderisasi di partainya, sedangkan dalam peraturannya pemilihan calon pada setiap partai boleh menunjuk bukan hanya dari independen saja.

“Ini menimbulkan pertanyaan, masa sih dalam satu daerah tersebut hanya ada satu orang yang berkompeten menjadi pemimpin ?,” ungkapnya.

Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran bahwa mungkin adanya politik hegemoni, yaitu dimana partai-partai besar yang memiliki suara yang cukup signifikan dalam parlemen, sehingga mengakibatkan “partai-partai kecil” lebih memilih untuk mendukung partai tersebut daripada harus mengusulkan calonnya, karena menganggap tidak mempunyai peluang untuk menang.

“Ada sebuah kekhawatiran apakah dengan adanya calon tunggal ini pure demokrasi, atau adanya politik hegemoni,” ujarnya.

Dosen Fakultas Hukum Untan yang juga merupakan anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Pusat ini mengatakan, bahwa masyarakat harus menggunakan hak pilih mereka, dan jika dalam pelaksanaan pemilihan nantinya dirasa ada hal-hal yang menyimpang segera untuk melapor.

“Masyarakat harus gunakan hak suara untuk memilih, memilih untuk tidak memilih juga adalah pilihan, misalnya memilih yang kosong itu juga adalah pilihan, supaya wajah demokrasi kita itu terlihat,” katanya.

Dr Hermansyah. Pengamat dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

(Matilda/Muhammad)

Menuju World Class University Dalam Workshop Joint Curriculum and Credit Transfer di Manila

Published by:

Manila1-300x200.jpg

Manila1

Manila – Belmawa.  Setiap Perguruan Tinggi (PT) yang sudah maju tentu memiliki visi misi untuk menuju world class university (WCU). Berbagai upaya diusahakan untuk mewujudkannya, termasuk dukungan internasionalisasi terhadap seluruh sivitas akademika dan mahasiswa. Walaupun saat ini, tak satu pun PT Indonesia masuk dalam kategori WCU, baik versi The Times Higher Education Supplement (THES), Academic Ranking of World Universities (ARWU), maupun Webomatrics. Begitu bunyi data dan statistik internasional terbaru (2016).

Program mobilitas mahasiswa menjadi salah satu program yang diagendakan universitas agar memiliki competitive and comparative sides, misalnya dengan program joint curriculum and credit transfer sebagai bentuk program mobilitas mahasiswa, digagas untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa terkait atmosfir akademik dan kehidupan kampus di universitas mitra. Pengetahuan dan pengalaman ini diharapkan dapat mengembangkan wawasan internasional mahasiswa dan meningkatkan peluang mahasiswa unuk menjalin jejaring dengan mitra dalam skala luas.

Karenanya, secara berkesinambungan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen. Belmawa) menyelenggarakan Workshop on Joint Curriculum and Credit Transfer  kerja sama dengan negara-negara di ASEAN, termasuk dengan Filipina. Edi Mulyanto, Kepala Sub Direktorat Pendidikan Akademik, ketika dimintai keterangan terkait workshop, menjelaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi dan mendorong kerja sama antara PT di Indonesia dan Filipina. Juga untuk berbagi informasi tentang sistem pendidikan tinggi dan kerangka kualifikasi, termasuk kebijakan pada transfer kredit dan kurikulum bersama di Indonesia dan Filipina. Edi Mulyono yang hadir mewakili Direktur Pembelajaran menyampaikan bahwa workshop ini  diharapkan dapat mengidentifikasi dan mendiskusikan praktik terbaik dalam kolaborasi universitas melalui pengalihan kredit dan program kurikulum bersama.

Selain menjadi ketua delegasi Indonesia dalam workshop ini, Edi Mulyono juga memaparkan tentang Kebijakan dan Kerangka Kualifikasi Program Joint Curriculum dan Kredit Transfer. Ada 9 (sembilan) tingkatan (level) dalam Intelligence Quotation Factors (IQF) Sectors. Di dalamnya ada carier advancement dan formal education yang ditentukan dengan tingkat leveling. Leveling inilah yang menentukan profesionalitas tenaga kerja, dari tingkat operator, teknisi hingga tenaga ahli. Ia menambahkan  sasaran strategis nasional program kurikulum bersama/credit transfer (luar negeri dan dalam negeri) adalah sebagai berikut: Tahun 2016 sejumlah 1,500 mahasiswa, Tahun 2017 sejumlah 2,000 mahasiswa, Tahun 2018 sejumlah 3,000 mahasiswa, dan ditargetkan Tahun 2019 sejumlah 5,000 mahasiswa.

Workshop yang diadakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila, pada 18 November 2016 ini merupakan kelanjutan kegiatan yang sama di Bali pada Agustus 2016 dan merupakan kerja sama peningkatan mutu PT antar negara ASEAN dalam menghadapi MEA. Duta Besar Indonesia untuk Filipina, Jhony Lumintang, dalam kesempatan tatap muka menyampaikan agar PT di Indonesia hendaknya meniru Filipina dimana mahasiswanya fasih berbahasa Inggris dan melek komputer, ” Ada 2 (dua) hal yang perlu dicatat, bahasa Inggris dan komputer, wajib itu, kalau tidak kita ketinggalan jauh dengan negara ASEAN lainnya,” ujarnya di hadapan  para peserta workshop.

manila2

Narasumber yang hadir dalam acara workshop ini antara lain adalah Dr. Purwanto Subroto, Kepala Sub Direktorat Perguruan Tinggi, Ditjen Kelembagaan yang memaparkan tentang kegiatan yang diusulkan PT, dipromosikan juga di bawah APEC (Asia Pacific Ekonomi Cooperation) Forum on “Cross-Border Education Cooperation on Higher Education”. Yang tujuannya adalah untuk meningkatkan mobilitas untuk mahasiswa dan meningkatkan mobilitas peneliti serta meningkatkan mobilitas penyedia pendidikan, yang sekaligus dalam kerangka kerjasama bilateral. Purwanto juga menambahkan bahwa di Ditjen Kelembagaan Kemenristekdikti, ada Program Mobilitas Mahasiswa Indonesia, seperti ASEAN International Mobility for Students (AIMS), Scholarship for Doctoral Degree, Enhancing International Publication, Summer Course Programs, Erasmus Plus, New Colombo Plan, KNB Scholarship, Dharmasiswa Scholarship.

Pemakalah dari Filipina diwakili oleh Dr. Amelia A. Biglete. Ia memaparkan tentang Twinning Program: Universitas Filipina memiliki pengaturan kolaboratif dengan universitas asing. Kebijakan ini dikeluarkan sejak tahun 2000 untuk meningkatkan kualitas program akademik. Transfer kredit akan berhasil dilaksanakan dengan pembentukan jaminan kualitas.

Sementara itu, Ida Puspita, M.A.Res, dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyampaikan bahwa  mahasiswa  UAD pada Tahun 2016 berjumlah 23,000 termasuk 200 mahasiswa asing. UAD telah melakukan kolaborasi dengan 96 universitas asing dan 9 dengan universitas yang ada di Filipina.

Hasil Diskusi diperoleh masukan bahwa antar PT di Indonesia dan PT di Filipina akan melakukan kolaborasi dalam joint curriculum dan credit transfer. Masukan tersebut antara lain rencana untuk menerapkan pengalihan kredit/kurikulum bersama pada program studi terakreditasi di ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Kedua negara akan mengirimkan kurikulum mereka (curriculum exchange) untuk mengidentifikasi kemungkinan melakukan transfer kredit/program kurikulum bersama guna membahas   sistem penilaian, fleksibilitas, biaya hidup, akomodasi, biaya kuliah, pusat pendukung internasional, dan pertukaran kurikulum, serta melakukan komunikasi lebih lanjut antar PT.

Tahap selanjutnya, kedua belah pihak akan melakukan komunikasi lebih lanjut dalam rincian kurikulum dan mengirim draft nota kesepahaman melalui email.  (AS/Editor/HKLI)

Menristekdikti : Kebutuhan Dalam Negeri Mulai Terpenuhi dari Industri Indonesia

Published by:

JAKARTA – “Hasil riset jangan hanya berhenti di library (perpustakaan) saja, tapi riset ke depan harus menghasilkan suatu inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, apakah masyarakat industri atau masyarakat pada umumnya,” demikian kalimat yang selalu di tekankan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir di hadapan para peneliti.

Untuk menunjang hal tersebut,  Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus melakukan upaya menghilirkan hasil inovasi para peneliti ke dunia industri. Salah satunya dengan melakukan penelitian berbasis apa yang sedang dibutuhkan dunia industri dan masyarakat saat ini. Dengan adanya kolaborasi 3I (Inovasi, Inventor, dan Innovator) dapat memberikan kontribusi dan kerjasama yang baik antara peneliti dengan industri, karena tanpa teknologi kehidupan juga tidak akan bermanfaat bagi masyarakat, namun dengan adanya dunia usaha sektor ekonomi pun akan semakin maju.

Dalam Kolaborasi Ristekdikti dan Industri untuk Indonesia tersebut, Menteri  Nasir menyampaikan bahwa saat ini di Kemenristekdikti dalam pengembangan riset yang telah menjadi suatu inovasi adalah padi.

“Hasil riset padi ini dihasilkan oleh para peneliti baik di perguruan tinggi maupun lembaga – lembaga riset dibawah Kemenristekdikti yang telah menghasilkan beberapa inovasi , dilembaga riset BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) menghasilkan padi sidenuk, memiliki keunggulan lebih pulen dan hasil produksi lebih banyak,” ujarnya di perpustakaan kantor Mark Plus, 88 Office Kota Kasablanka, Kamis (24/11).

Selain itu, dibidang kesehatan dan obat, menghasilkan garam farmasi, selama ini garam di Indonesia 100% impor, semenjak ada garam farmasi hasil penelitian BPPT yang saat ini dikerjakan oleh PT. Kimia Farma, diharapkan Indonesia tidak impor lagi terhadap garam farmasi.

“Kebutuhan – kebutuhan dalam negeri sudah mulai bisa dipenuhi dari industri Indonesia,” tambah Menteri Nasir.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe menjelaskan bahwa ada 8 program inovasi teknologi yang menjadi prioritas di direktorat jenderal penguatan inovasi Kemenristekdikti yaitu, bidang pertanian dan ketahanan pangan, energi, kesehatan dan obat, teknologi informasi dan komunikasi, transportasi, matrial maju, hankam, dan maritime.

“Kami sangat senang sekali, Hermawan Kertajaya melalui markplus institut ini menjembatani antara dunia inovasi dengan dunia usaha, karena memang kita ini publikasinya sangat kurang, sehingga yang dihasilkan oleh ristekdikti jarang sekali dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia usaha, seperti halnya yang telah disampaikan Bapak Menteri tadi, itu sebagaian kecil hasil riset yang kita miliki, untuk itu kita akan mendalami setiap dua minggu bersama dengan markplus institut berkomunikasi lebih dalam bagaimana kita bisa implementasikan hasil riset dan masalah peningkatan sumberdaya manusia di industri,” ujarnya.

Setelah mendengarkan hasil – hasil riset yang dijelaskan oleh Menristekdikti, para pemangku kepentingan di dunia industri yang hadir merespon positif dan sangat tertarik untuk bekerjasama dengan Kemenristekdikti kedepannya, seperti Martha Tilaar Group, PT. KAI (Kereta Api Indonesia), produsen mobil Nissan, dan masih banyak lagi.

Kemenristekdikti, Politeknik dan PT Inka Kembangkan Perkereta-apian Indonesia

Published by:

PT-INKA-300x225.jpg

PT INKAMadiun – Belmawa. (21/11/16), PT Industri Kereta Api atau (PT Inka) sebagai salah satu industri strategis tentu memegang peranan kunci untuk penguasaan teknologi dan industri perkereta-apian di Indonesia. Pada sisi lain, Politeknik (Poltek) juga memiliki peranan strategis dalam penyediaan tenaga terampil yang cocok dengan kebutuhan perkereta-apian di Indonesia termasuk PT Inka. PT Inka, poltek dan perguruan tinggi lain diharapkan mampu melakukan riset dan pengembangan teknologi untuk lebih memajukan  perkereta-apian di Indonesia. Harapan ke depan Industri Kereta Api di Indonesia (PT INKA) mampu mengembangkan kereta dengan kecepatan di atas 160 km per jam. Saat ini PT Inka sudah mampu mengembangkan teknologi boggy kereta api untuk kecepatan hingga 160 km per jam. PT Inka menjadi kebanggaan bangsa Indonesia karena bukan saja melayani kebutuhan kereta api dalam negeri, namun juga melakukan ekspor kereta api ke luar negeri seperti ke Banglades, Sri Langka dan negara lain di Afrika.   

PT INKA saat ini bergerak dibidang industri sarana kereta api diantaranya Kereta Penumpang, Gerbong Barang, KRL, KRD/KRDE, Lokomotif, dan produk lainnya yang berkaitan dengan perkereta-apian. Disamping itu, untuk mengembangkan bisnis dan untuk mengisi kekurangan loading workshop, PT INKA memperluas pasar dengan menggarap produk non kereta api, salah satu yang sudah menampakkan hasil adalah produk otomotif berupa bus gandeng atau articulated bus.

Direktur Pembelajaran, Ditjen Belmawa, Kemenristekdikti Paristiyanti Nurwardani yang didampingi Direktur Politeknik Rachmat Imbang dari Politeknik Bandung (Polban), Isa dari Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Zaenal dari Politeknik Negeri Surabaya  (PENS) dan Lukman dari Politeknik Madiun melakukan visitasi ke PT INKA. Mereka berdiskusi tentang pengembangan dan kerjasama industri perkeretaapian dengan institusi pendidikan (perguruan tinggi), membahas Blue Print perkereta-apian Indonesia 5 s.d. 20 tahun ke depan. Dalam diskusi tersebut, dibahas penerapan dual system pada kurikulum pendidikan vokasi di perguruan tinggi dengan melibatkan industri. Dalam penjelasannya, Paristiyanti juga  menyampaikan bahwa Indonesia dan Cina telah sepakat untuk bekerjasama dalam bidang pendidikan tinggi seperti Joint Curriculum. Pihak  pemerintah  Cina memberi kesempatan atau beasiswa sebanyak 300 mahasiswa Indonesia untuk mengikuti program S1, S2 dan S3 terkait bidang perkeretaapian. Kemenristekdikti mendukung penuh program beasiswa bagi mahasiswa yang ingin belajar di Cina. PT Inka siap berkolaborasi dan sebagai tempat magang bagi mahasiswa, demikian ujar Surjanto General Manager Corporate Secretary. Turut hadir dalam diskusi antara lain General Manager di lingkungan PT INKA (Sigit, Sukoroto) , Sirin Wahyu Nugroho, Hendra Suryanto dan Melly Hertawati dari KemenristekdiktiPT INKA2

Agung Sedaju, General Manager Teknologi PT INKA  menjelaskan bahwa pengembangan teknologi di PT INKA menerapkan prinsip “Berawal dari akhir, berakhir dari awal.” Konsep dan ide ini  diutarakan B.J. Habibie beberapa tahum silam. Menguasai teknologi kereta api terlebih dahulu, selanjutnya melakukan riset dan mengembangkan lebih jauh tentang kereta api yang lebih maju. Dengan konsep ini, PT INKA berhasil membangun teknologi perkereta-apian di Indonesia dari waktu ke waktu. Namun demikian untuk percepatan dan intensifikasi pengembangan kerata apai, PT Inka memerlukan mitra untuk kegiatan Research and Development (R &D). Perguruan tinggi diharapkan menjadi  research partner dan basic knowledge  dalam mendukung kemajuan dan pengembangan industri kereta api Indonesia. Teknologi dan inovasi kecepatan tinggi(high speed), persinyalan kereta api, remote control sistem operasi kereta api, automatisasi sangat dibutuhkan industri kereta api sehingga perlunya dilakukan R & D bersama perguruan tinggi.  Dalam teknologi kereta api,  pada dasarnya,  terdapat beberapa bidang utama sistem teknologi kereta antara lain control,  body, boggy, dan interior. Untuk itu, PT Inka bekerja sama dengan politeknik dan perguruan tinggi lain berupaya agar mampu menguasai teknologi padat tersebut. Kemitraan ini menjadi keniscayaan untuk kemajuan teknologi kereta api Indonesia. Kementerian Ristekdikti memfasilitasi kerjasama poltek, perguruan tinggi dan PT Inka dalam kerangka implementasinya.

Selanjutnya, Agung juga menyampaikan bahwa Pemeriksa, Operator dan Perawat kereta api merupakan 3 bidang yang dibutuhkam oleh PT INKA secara terus menerus  dan merupakan 3 prospek ke depan serta pasar terbesar tenaga kerja untuk kereta api. Poltek  dapat mendukung ke tiga bidang pekerjaan ini melalui  pendidikan vokasi, dengan menyiapkan lulusan mahasiswa yang memiliki  keterampilan tinggi untuk memenuhi kompetensi dari kebutuhan tersebut. Harapan ke depan, akan dikembangkan kereta api bertingkat untuk transportasi masal Jabodetabek, seperti kereta api bertingkat di Belanda. Bahkan, diperoleh dukungan dari anggota legislatif yang sudah  melakukan kajian dan kunjungan kerja ke Belanda.

Perguruan tinggi yang sudah bermitra dengan PT INKA  selama ini antara lain  ITB, ITS, UNS dan UGM  dan sudah lebih dahulu membantu riset PT INKA. Kini, Politeknik diharapkan dapat bermitra dengan PT Inka untuk bersama mengembangkan teknologi perkeretaapian Indonesia.  Politeknik selain menyediakan tenaga kerja yang terampil,  juga perlu diperkuat dalam R &D-nya.  Kemitraan Politeknik  dengan PT INKA dan dukungan kementerian terkait perlu diperkuat dengan payung hukum (MOU).

Pendidikan vokasi atau politeknik  dapat menjadi pendukung utama dalam  penyediaan tenaga terampil yang profesional memenuhi kebutuhan tenaga kerja perkereta-apian. Model kurikulum dual system melalui kerjasama Politeknik dan industri,  dapat menjadikan lulusan Politeknik siap kerja dibidang yang diperlukan dan mengurangi mismatch.  Kurikulum dengan pola atau model  3 2 1, memberi kesempatan mahasiswa selama 3 semester pembelajaran di kampus, 2 semester di industri dan 1 semester kembali ke kampus. Dengan demikian akan  meningkatkan sinergi yang saling mendukung antara Politeknik dan industri, baik dalam penyediaan tenaga kerja maupun R & D. Kemitraan Politeknik dan perguruan tinggi lain dan PT Inka serta berbagai pihak lainnya sangat strategis untuk kemajuan perkeretaapian Indonesia. Maju bersama untuk kereta api Indonesia.(HS/Editor/HKLI)

Ketua DPP IAPA Periode 2016-2019 Terpilih Sebagai Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia

Published by:

9 November 2016

Pada Kongres IAPA 2016 yang berlangsung tanggal 6-8 Oktober 2016 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, disepakati bahwa Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. terpilih kembali sebagai Ketua DPP IAPA Periode 2016-2019.

Tidak berselang lama dari kegiatan tersebut, pada proses seleksi Calon Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia tanggal 8 November 2016 oleh Rektor dan Wakil Rektor UI di Gedung Pusat Administrasi Universitas Indonesia, diputuskan bahwa Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. terpilih sebagai Dekan FIA UI Periode 2016-2020.

Dengan jabatan tersebut diharapkan Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. dapat lebih mengembangkan dan meningkatkan kontribusi Ilmu Administrasi bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia, dan harapannya, dalam masa kepemimpinan IAPA 2016-2019, Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Semoga hal ini menginspirasi seluruh anggota IAPA untuk dapat berkontribusi aktif dan nyata bagi kemajuan Ilmu Administrasi.

Australia – Indonesia Tandatangani Perjanjian Teknologi dan Inovasi

Published by:

JAKARTA – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI dan The Australian Commonwealth and Scientific Industrial Research Organization (CSIRO) hari ini, Selasa, 22 November 2016, menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) tentang kolaborasi di bidang riset dan teknologi. Bersamaan dengan itu, turut pula dilakukan penandatanganan Perjanjian Pengaturan Pelaksanaan (Implementing Arrangement) untuk program Applied Research and Innovation System in Agriculture (ARISA), sebuah program yang diimplementasikan oleh CSIRO dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia. Penandatanganan dilakukan oleh delegasi Australia yang dipimpin oleh Dr. Andrew Ash dan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti, Dr. Jumain Appe.

Ruang lingkup nota kesepahaman antara Kemenristekdikti dan CSIRO termasuk didalamnya (i) kolaborasi program-program dan proyek-proyek untuk meningkatkan inovasi di bidang kerjasama bisnis dan penelitian di sektor publik dan swasta, (ii) memberikan kontribusi diskusi dan bukti-bukti bagi para pembuat kebijakan (iii) pertukaran dan kunjungan para ilmuwan, peneliti, dosen, ahli atau personel teknis lainnya, (iv) pertukaran informasi dan dokumen inovasi iptek, (v) pertukaran materi dan peralatan yang dibutuhkan dalam kerjasama. Kemudian terjalinnya (vi) pertemuan, konferensi ilmiah, seminar, lokakarya dan pameran inovasi iptek bersama antara kedua belah pihak. Lalu (vii) pengembangan dan penguatan unit intermediasi, pendidikan, pelatihan dan partisipasi pada program yang sedang berjalan dan bentuk-bentuk lain kerjasama iptek yang nantinya dapat diputuskan bersama-sama oleh kedua belah pihak di kemudian hari.

ARISA merupakan bagian dari program Rural Economic Development yang mendorong kerjasama sektor swasta dengan petani dan universitas atau lembaga riset lain yang mempunyai inovasi di bidang pertanian dan belum pernah diterapkan.

ARISA sendiri ditujukan guna membantu petani-petani kecil di wilayah timur Indonesia, untuk meningkatkan pendapatan mereka setidaknya sebesar 30% melalui produk inovasi.

Andrew Ash mengatakan aktifitas proyek ARISA yang ditujukan untuk peningkatan inovasi di bidang argiculture selama beberapa tahun ini telah dilakukan antara lain di Malang, Lombok, Madura, Jember, NTB, Pulau Sumbawa, dan daerah lainnya.

Senior Program Manager Rural Development Australia Embassy, Rani Noerhadhie, menyebutkan nilai program tersebut mencapai 120 juta dolar Australia, sampai jangka waktu 2018 mendatang. Program ini bekerja di 5 provinsi di Indonesia yaitu JATIM, NTB, NTT, PAPUA, dan PAPUA BARAT.

“Ini ditujukan untuk 300.000 petani miskin di timur Indonesia,” imbuhnya.

Australia sangat bangga dapat bekerjasama dengan Indonesia dalam membantu pengembangan inovasi teknologi. Australia merupakan Negara yang berada di garis depan dalam inovasi global. Mereka berharap dapat tumbuh dan berkembang bersama Indonesia dalam hal ini. Seperti kita ketahui, kolaborasi adalah kunci dalam memajukan masyarakat melalui inovasi.

Melalui kolaborasi CSIRO di bawah nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama ini, Indonesia dapat mengembangkan kapasitasnya dengan memperkuat inovasi sehingga dapat menghadapi tantangan pembangunan.

Indonesia ingin memanfaatkan keahlian Australia dan membangun kerjasama yang seimbang dengan belajar praktek-praktek terbaik dan melakukan proyek-proyek bersama. Tahun ini akan menandai apa yang diharapkan menjadi kolaborasi bilateral jangka panjang yang bermanfaat di bidang ilmu pengetahuan dan inovasi.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Jumain Appe mengatakan tujuan utama dari kerjasama ini tidak lain adalah untuk memperkuat ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi bagi pengembangan kapasitas industri dan usaha-usaha kecil, didalam membangun ekonomi berorientasi global melalui peningkatan keunggulan kompetitif dengan menyediakan kesempatan bagi perusaaan pemula, sehingga dapat tumbuh dan berkembang. Hingga pada akhirnya dapat berkontribusi dalam meningkatkan daya saing kompetitif bagi perekonomian nasional.

“Saya kira ini sejalan dengan apa yang kita lakukan di Kemenristekdikti, dimana kami mendorong penguatan inovasi yang dapat mensejahterakan rakyat. Kerjasama ini dapat diimplementasikan di berbagai area,” ujarnya. (APS)

PENGUMUMAN

Published by:

 

Yth. Bapak/Ibu

(sesuai daftar terlampir)

Terkait dengan berbagai upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia, sebagaimana yang telah diamanatkan Undang-Undang No.12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan dicantumkan dalam Renstra Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2015-2019. Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Penjaminan Mutu mengundang Ibu/Bapak/Sdr/i para pelaku dan penggiat mutu pendidikan tinggi untuk mengirimkan artikel singkat maksimal 2.000 kata, yang berisi tentang Pengalaman Praktis dan  Inspiratif dalam Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi masing-masing (pedoman dan teknis penulisan terlampir).

Adapun tema utama artikel yang dapat dipilih sebagai berikut:

  1. Kebijakan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi
  2. Strategi penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi.
  3. Penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi
  4. Hambatan/kendala yang dihadapi dan penanggulangannya dalam menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi.
  5. Manfaat penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi.

Demikian disampaikan, atas perhatian dan pastisipasi Bapak/Ibu/Sdr/i diucapkan terimakasih.

Direktur Jenderal,

                                                                                                                 Ttd

Intan Ahmad

Tembusan

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Data Lampiran Surat